GUNAWAN/RADAR JOGJA

KECEWA: Terdakwa perusakan kayu di hutan BKSDA Paliyan duduk di pesakitan PN Wonosari, kemarin (30/12). Majelis hakim menolak eksespi yang diajukan sehingga persidangan akan dilanjutkan pekan depan.

Persidangan Dilanjutkan dengan Memanggil Para Saksi

WONOSARI – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Wonosari menolak eksepsi penasehat hukum terdakwa kasus perusakan hutan, Harso Taruno. Majelis hakim menilai dakwaan yang disampaikan jaksa sudah sesuai dengan aturan sehingga proses perkara harus tetap dilanjutkan. “Majelis memutus menolak ekspesi penasehat hukum. Persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. JPU kami minta untuk menyiapkan saksi-saksi,” kata Ketua Majelis Hakim PN Wonosari Yamti Agustina, kemarin (30/12).
Dia melanjutkan sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Selasa (6/1/2015) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi. Menanggapi putusan majelis hakim, Penasehat Hukum Suraji Noto Suwarno mengaku kecewa. Oleh karena itu, pihaknya akan fokus membuktikan bahwa kliennya tidak melakukan seperti yang dituduhkan oleh JPU. “Kita akan ungkap fakta sesungguhnya di persidangan mendatang,” kata Suraji.
Diungkapkan untuk me-ringankan Harso, dia sudah menyiapkan sekitar enam saksi. Pihaknya juga akan membeberkan pihak BKSDA yang sudah melakukan penyewaan lahan hutan kepada warga di sekitar kawasan hutan. Selain itu juga akan membuktikan kalau kliennya tidak melakukan penebangan pohon jati seharga Rp 400 ribu seperti yang dituduhkan oleh JPU. “Dari jaksa ada sekitar lima orang saksi, sementara kita sudah menyiapkan sekitar lima hingga enam saksi meringankan,” tandasnya.
Di bagian lain, keputusan majelis hakim menolak ekspepsi jelas membuat Harso Taruno meradang. Harso mengungkapkan rasa sakit hatinya. “Yang jelas saya sakit hati dikatakan sebagai maling. Saya juga dipaksa mengakui telah menebang pohon, padahal itu tidak pernah saya lakukan,” kata Harso.Warga Bulurejo, Kepek, Saptosari tersebut mengaku siap untuk dihadapkan dengan saksi dari pihak JPU untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya. Bahkan siap jika akan dikonfrontasi dengan polisi hutan yang menuduhnya menebang pohon. “Saya siap berhadapan dengan polisi hutan. Saya tidak pernah mencuri kayu itu,” ucap Harso terlihat berapi-api. (gun/ila/ong)