Tiga Atletnya Rebut Emas di PON Remaja 2014

JOGJA – Berhasil masuk dalam peringkat 10 besar perolehan medali di ajang PON Remaja 2014 Jawa Timur (Jatim) disambut KONI DIJ dengan semringah. Maklum, berbagai persoalan mendera je-lang keberangkatan ke ajang bergengsi tersebut. Masalah itu khusunya mengenao pendanaan.Ya, untuk bertarung di Jatim tersebut, KONI DIJ kabarnya ha-nya menyediakan dana Rp 700 juta. Itupun tidak berasal dari dana hibah olahraga DIJ tahun 2014. Melainkan bunga deposito dari tabungan di Bank Pembangu-nan Daerah (BPD) DIJ. Akibatnya, dua cabang olahraga (cabor), sepak bola dan bola basket ter-paksa membiayai keberangkatan secara mandiri.
Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, prestasi ini benar-benar luar bi-asa. Apalagi keberangkatan DIJ ke Surabaya baru dipastikan se-bulan sebelum hajatan PON Re-maja 2014 dimulai. “Tentunya ini pencapaian sangat sangat luar biasa. Persiapan minim ditambah dana sedikit tidak membuat DIJ payah di Surabaya. Mampu meng-huni peringkat sembilan dengan 3 emas, 6 perak dan 5 perunggu, saya sulit untuk berkata-kata,” tandasnya kemarin (16/12).
Hebatnya, seluruh medali emas diraih dari atlet-atler Gunungki-dul. Tiga atlet Gunungkidul yang terjun di cabor atletik, Ravi Putra Rahman, Tria Suryatiningsih dan Rika Ayu Wulandari mampu men-jadi yang terbaik di nomor me-reka masing-masing.Menurutnya ini membuktikan kalau pembinaan olahraga di Gunungkidul sangat berhasil. Meskipun pada ajang Porprov, kontingen Gunungkidul kerap kali hanya menjadi juru kunci. “Intinya Gunungkidul istimewa. Semua emas berasal dari sana. Ini membuktikan, kalau pembi-naan olahraga di sana berjalan dengan baik terutama pada cabor atletik,” tegasnya.
Prestasi yang ditorehkan atlet Gunungkidul di PON Remaja ini menggerakkan hati KONI DIJ memberikan bantuan. Dalam waktu dekat Gusti Prabu dan ja-jarannya bakal meninjau proses pelatihan atlet di sana. “Setelah melakukan tinjauan kami langsung memberikan ban-tuan peralatan olahraga ke sana. Daerah ini menjadi salah satu yang potensial menjadi sumber medali DIJ di ajang multi even karena itu wajib di-support,” je-lasnya.
Gusti Prabu juga mengapresia-si kiprah cabor panahan. Meski-pun tidak bisa mendapatkan medali emas, panahan termasuk cabor berprestasi karena bisa merengkuh empat medali perak.”Dengan prestasi ini saja pana-han sudah menunjukkan rasa penyesalannya, kenapa berkali-kali tembus final tapi medali yang didapat hanya perak. Penyesalan ini merupakan tanda kalau me-reka punya kemauan untuk terus berbenah diri,” tegasnya.Mantan Ketua Umum (Ketum) Pengprov TI DIJ tersebut juga me-nyatakan, atlet merupakan seno-pati olahraga yang wajib dijaga. Ia pun meminta agar kepala daerah di kota/kabupaten yang ada di DIJ memberikan tali asih kepada para atlet yang telah meraih pre-stasi ini. (nes/din/ong)