DWI AGUS /RADAR JOGJA
HARUS SIGAP: Warga dan petugas menangkap pelaku kejahatan yang mencoba mengambil kesempatan saat terjadi bencana, dalam simulasi di Kecamatan Jetis, kemarin.

Waspada Bencana, BPBD Kota Jogja Tetapkan 25 KTB

Persiapan menghadapi bencana perlu dimiliki setiap warga sebagai bekal antisipasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja pun rutin menyelenggarakan pendampingan. Salah satunya dengan melalukan simulasi di Kecamatan Jetis Jogjakarta, kemarin pagi (30/11).
DWI AGUS, Jogja
SEJUMLAH warga turut aktif dalam si-mulasi yang didukung BPBD Kota Jogja ini. Simulasi difokuskan pada penanggulangan bencana banjir dan juga kebakaran. Untuk mematangkan simulasi ini, sebuah tim khu-sus pun dibentuk beranggotakan warga Jetis.
“Warga bisa belajar bagaimana penting-nya manajemen bencana. Dengan mem-bentuk Tim Reaksi Cepat, lalu ada tim eva-kuasi, logistik, perlengkapan hingga komu-nikasi. Tim inilah yang nantinya bertang-gungjawab apabila ke depannya terjadi suatu bencana,” kata fasilitator BPBD Atok Setyo Budi di sela acara simulasi kemarin.Atok menuturkan, Kecamatan Jetis masuk dalam daftar Kampung Tangguh Bencana (KTB). Pembekalan KTB pun telah dilaku-kan sejak awal Juni 2014. Diawali dengan pendataan hingga pembentukan tim dan simulasi.
Dalam KTB ini setiap warganya telah di-bekali tentang manajemen bencana. Se-perti penyiapkan jalur evakuasi hingga titik berkumpul evakuasi. Selain itu juga pem-bekalan seputar pengetahuan dasar penyelamatan dan tindak lanjutnya. “Intinya jangan takut dan panik apabila bencana suatu waktu terjadi
Dengan koordinasi yang matang, segala bentuk risiko dapat di-minimalisasi. Jika banjir maka ada peringatan awal untuk me-nyingkir dari bibir sungai. Lalu mengatasi kebakaran di tengah perkampungan,” kata Atok.
BPBD sendiri menetapkan sebanyak 25 titik KTB di Kota Jogja. Atok menuturkan dalam setiap kecamatan ada tenagaahli BPBD yang mendampingi. Dalam KTB seluruh elemen warga turut dilibatkan secara aktif. Tujuannya agar sistematik penanggulangan bencana dapat berjalan lancar.
Kecamtan Jetis sendiri meli-batkan sebanyak enam rukun warga (RW) di wilayahnya. Selain itu, dalam simulasi kali ini juga melibatkan jajaran Polsek Jetis dan Koramil setempat. Koordi-nator KTB Jetis Yudistira men-gungkapkan pendampingan ini penting.
Kampung Jetis yang terletak di bibir Kali Winongo juga masuk dalam titik rawan. Apalagi me-masuki musim penghujan, sung-ai yang membelah Kota Jogja ini rawan terjadi banjir. Sehingga, pengetahuan tentang manajemen bencana menjadi pengetahuan dasar bagi warganya.
Simulasi ini merupakan taha-pan awal sejak Jetis dinyatakan masuk dalam KTB. Dalam si-mulasi ini melibatkan sebanyak 350 orang, baik anak-anak, orang tua hingga lanjut usia. Pembe-kalan pun telah dilakukan mel-alui rukun tetangga (RT) setem-pat.
“Belum lama ini Kali Buntung yang ada di sisi utara banjir dan menyebabkan longsor. Dengan adanya KTB ini men-jadi modal warga untuk mela-kukan penyelamatan. Mulai dari pra, saat terjadi hingga pas-ca bencana terjadi,” kata Yudis-tira. (*/laz/ong)