HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PEDOT: Jembatan Rebug di Desa Rebug, Kecamatan Kemiri, Purworejo yang putus setelah disapu banjir

Intensitas Hujan Mulai Meninggi

PURWOREJO- Intensitas hujan di Pur-worejo mulai tinggi dan berhasil meluap-kan sejumlah sungai. Banjir sudah mulai memakan korban. Salah satunya banjir Sungai Bedono di Kecamatan Kemiri yang membuat Jembatan penghubung antar-dusun di Desa Rebug putus.
Pantauan di lapangan, pondasi jem-batan ambrol, satu tiang terlihat meng-gantung, dan menyebabkan lantai jembatan miring. Padahal jembatan itu sangat vital bagi warga setempat. Karenanya, memaksa ratusan orang nekat melintas di atas jembatan yang nyaris amblas tersebut.
“Jembatan ini putus Rabu pagi (26/11), setelah sehari sebelumnya terjadi banjir besar.Sempat terdengar bunyi patah beton jembatan pada pukul 05.00. Benar saat dicek, jembatan sudah seperti ini,” ungkap Pamuji, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Rebug, kemarin (30/11).
Pamuji mengungkapkan, warga mema-sang papan kayu untuk memperingatkan pengguna jalan. Namun putusnya jem-batan menyebabkan akses ratusan warga Dusun Lor Kali, Krajan, Jali, dan Gundi terkendala.
“Warga desa tetangga yang biasa meng-akses jembatan ini sebagai jalan pintas menuju Bruno atau Purworejo tidak bisa melintas. Warga harus memutar hingga tiga kilometer melalui jembatan besar di Desa Wirun, Kutoarjo dan Ka-rangduwur, Kemiri,” ungkapnya.
Kendati begitu, kebanyakan warga Desa Rebug enggan memutar lewat desa lain. Khususnya saat akan mengantar anak ke sekolah di SD Rebug atau PAUD, Puskesmas, atau ke kantor desa setempat.
Evi Devilia, 32, warga Dusun Lor Kali mengatakan, warga harus brehati-hati ketika melalui jembatan rusak. Ia memilih melintas jembatan, kendati risikonya tinggi. “Kalau hati-hati tidak apa-apa,” katanya.Warga yang melintas harus bergantian agar bangunan jembatan yang tinggal puing sisa tidak ambrol. “Kata perangkat desa, jembatan masih labil, dan rentan ambrol saat sungainya banjir. Kami minta pemerintah membantu perbaikan sebelum jembatan benar-benar putus,” pintanya. (tom/hes/ong)