HERU PRATOMO/RADAR JOGJA
UJI EMISI: Petugas BLH Kota Jogja melakukan uji petik emisi kendaraan yang dipakai pelajar SMA, kemarin (18/11). Selain untuk pengendalian pencemaran udara, kegiatan ini juga sebagai upaya Kota Jogja mendapatkan kembali gelar Adipura.
JOGJA – Para siswa SMA dan SMK, yang mer-upakan pengemudi pemula, menjadi sasaran Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja un-tuk mensosialisasikan program pengendalian pencemaran udara. Program tersebut sebagai bagian dari upaya Kota Jogja mendapatkan kem-bali gelar Adipura.Hal itu pula yang mendorong BLH Kota Jogja rutin menggelar uji petik emisi gas buang ken-daraan. Salah satu yang menjadi sasaran, siswa SMA/SMK di Kota Jogja. Sejak beberapa tahun lalu, BLH Kota Jogja rutin menggelar uji petik emisi gas buang kendaraan di 20 SMA/SMK tiap tahunnya. Selain untuk uji petik, sekaligus sosisalisasi pada siswa tentang pencemaran lingkungan.
Menurut Staf Penelaah Lingkungan BLH Kota Jogja R Kakung Wahyu Wibowo, dari hasil pengu-jian pada ratusan motor siswa SMA/SMK di Kota Jogja, 94 persen dinyatakan lulus uji emisi. Salah satunya karena kendaraan para siswa merupakan kendaraan baru.Meski begitu, terdapat pula kendaraan siswa yang dinyatakan tidak lulus. “Yang tidak lulus uji emisi, kebanyakan yang knalpotnya diblombong,” ujar Kakung di sela uji petik di SMK 4 Jogja kema-rin (18/11)Dalam uji emisi ini, yang diukur merupakan baku mutu untuk gas karbon monoksida (CO) dan hidro carbon (HC). Menurut dia, seseorang yang terpa-par gas CO dan HC dalam waktu lama bisa meny-ebabkan lemas, mual dan pusing. “Dalam waktu yang lama juga akan mengakibatkan gangguan metabolisme darah,” paparnya.
Pihaknya berharap kedepan program uji emi-si gas buang kendaraan ini juga bisa digunakan sebagai syarat untuk perpanjangan STNK. Selain itu dengan pengecekan emisi gas buang ken-daraan juga untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Pemantauan kualitas udara perkotaan tersebut juga menjadi bagian dari penilaian Adipura. Men-urut Kepala Seksi Pemulihan Lingkungan BLH Kota Jogja, Peter Lawoasal penilaian untuk pengen-dalian pencearan lingkungan termasuk besar. “Kota Jogja masuk dalam 33 kota metropolitan dan besar di Indonesia yang dipantau kualitas udaranya sebagai bagian dari penilaian di samping penanganan sampah dan pengelolaan sungai,” kata Peter. (pra/jko/ong)