Tuntut Aparat Harus Bekerja Profesional

SLEMAN- Tidak ingin mengu-langi krodit saat penerimaan siswa baru 2014, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) mendorong pelaksana pendaftaran siswa secara online bagi sekolah SMP dan SMA/SMK bisa bertindak lebih profesional. Untuk itu, Pemkab Sleman meng-inisiasi pelatihan SIAP Online se-bagai media strategis peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kegiatan tersebut sekaligus men-jadi bagian pelaksanaan reformasi birokrasi dalam upaya memberikan pelayanan yang lebih baik dan akuntabel baik bagi masyarakat.Menurutnya, ini penting. Terutama peningkatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi informasi pada salah satu sektor pelayanan publik. Intinya, setiap pegawai dituntut bisa memanfaatkan per-kembangan teknologi informasi demi menciptakan efektivitas dan efisiensi proses birokrasi. “Ini butuh perhatian dan komitmen semua pihak untuk mewujudkannya,” tegas SP di sela pelatihan online di aula kantor Dinas Perindagkop kemarin (13/11).
SP menaruh perhatian khusus bagi peserta pelatihan SIAP online. Tujuannya gar mereka serius mengikuti pembelajaran. Sebab, para peserta pelatihan nantinya bakal menjadi ujung tombak pelaksanaan pendaftaran online SMP dan SMA/SMK.
Selain itu, mereka juga akan menjadi operator sumber informasi sekolah. Karena itu, setiap peserta harus bisa mengaplikasikan program secara baik dan cepat.SP berharap, pemanfaatan tek-nologi infornasi di sekolah bisa lebih memudahkan masyarakat mengakses informasi terkait pen-didikan di Kabupaten Sleman. Bukan hanya itu, bupati juga meminta seluruh jajaran pegawai di lingkungan Pemkab Slemanbenar-benar memahami dan mampu menerjemahkan setiap kepentingan publik. “Menjadi kewajiban aparat untuk member pelayanan terbaik kepada ma-syarakat,” tandasnya.
SP mengingatkan, bahwa impli-kasi dari tuntutan publik terhadap setiap pelayanan oleh aparat pemerintah senantiasa bermuara pada kepuasaan, transparansi dan akuntabel, yang menjadi indikator dari bentuk pelayanan publik yang prima. “Hal ini tentunya juga menjadi tuntutan dan target dari penyelenggaraan pemerin-tahan,” lanjutnya.
Pelatihan online diikuti oleh guru dan staf tata usaha sebanyak 79 orang. “Ada dua angkatan dalam program ini,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Halim Sutono. (yog/din/ong)