YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
BELUM KAPOK: Polisi menunjukkan para tersangka, barang bukti narkoba serta obat-obatan terlarang yang diperoleh di apotek tanpa resep dokter.

Peredaran Libatkan Orang Baru dan Pelaku Lama

SLEMAN- Kasus narkoba selalu meli-batkan orang baru dan pelaku lama. Hal itulah yang menyebabkan lingkaran setan peredaran barang haram tersebut sulit diputus.
Seperti dilakukan David,28, warga Bekasi, Jawa Barat, yang sehari-hari menghuni sebuah rumah kontrakan di wilayah Seyegan ini.
David tercatat sebagai residivis kasus narkoba di Ditresnarkoba Polda DIJ pada 2007 silam. Lembabnya sel jeruji penjara ternyata tidak membuat jera David yang tertangkap lagi atas kasus serupa akhir pekan lalu.
Tersangka ditangkap anggota Polsek Beran yang sedang patroli antisipasi bocah klitih pada tengah malam.Bermula dari laporan warga yang melihat seseorang mencurigakan, polisi memburu pelaku.
“Awalnya ada yang bilang melihat orang bawa pedang. Lalu kami lakukan pengejaran,” ujar Kapolsek Beran AKP Teguh Sumartoyo kemarin (4/11).
Mobil patroli berhasil menghadang ken-daraan yang ditunggangi lelaki bertato itu di kawasan Denggung. Saat digeledah tubuh dan kendaraan David, polisi mendapati 1 kilogram ganja yang terbagi menjadi 11 paket.
“Saat kami periksa, tersangka tampak gemetar. Ternyata menyembunyikan ganja,” ungkap Kapolsek.
Kepada polisi, tersangka mengaku sebagai kurir dari seorang pengedar ganja. Sebelum ditangkap, David berputar-putar di sekitar Lapangan Denggung mencari lokasi pengantaran ganja. Dia diperintahkan oleh seseorang melalui komunikasi telepon seluler.
David berdalih tidak kenal oleh si pemberi instruksi. Dia mengaku disuruh mengambil ganja di Nologaten, Caturtunggal, Depok dan mengantarkannya ke alamat sesuai instruksi.
“Upahnya lumayan, Rp 1 juta per kilogram,” katanya.
David beralasan tergiur upah dari pe-kerjaan haram itu karena butuh uang untuk biaya operasi katarak ibunya di rumah sakit.
Kasus tersebut kini dalam penanganan Satresnarkoba Polres Sleman. Dari ke-terangan David, polisi lantas menangkap empat pengedar ganja lain. Termasuk pengguna obat-obat terlarang yang diperoleh di apotek tanpa resep dokter.
“Obat itu bisa bikin teler penggunanya. Kami masih selidiki asal obat,” ujar Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin.
Ihsan mengimbau masyarakat turut memerangi narkoba dan sejenisnya. Caranya, menghindari barang setan itu atau melaporkan kepada aparat jika mengetahui ada gerak-gerik orang asing yang mencurigakan. (yog/din/ong)