Dijadwalkan Tahun ini, Dilaksanakan Tahun Depan

JOGJA – Molornya pembahasan APBD Perubahan 2014 Kota Jogja mulai dirasakan dampaknya. Salah satu yang merasakan, UPT Bisnis Pasar Beringharjo. Rencana revitalisasi lantai dua dan tiga Pasar Beringharjo harus ditunda hingga tahun depan, karena tidak tersedianya anggaran dari APBD-P.
“Kalau ada perubahan, kami mengajukan Rp 667 juta untuk pengecetan, revitalisasi dinding, toilet, lantai dan penataan ruang pelayanan,” ujar Kepala UPT Pusat Bisnis Pasar Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo kemarin (20/10). Namun karena pembahasan APBD- P 2014 yang proses pembahasanya tidak jelas di DPRD Kota Jogja, UPT Bisnis memutuskan untuk menunda revitalisasi hingga 2015.
Gunawan mengatakan, saat ini pihaknya bersama Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Jogja masih menginventarisir kerusakan yang dialami. Setelah dikelola swasta dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) selama 20 tahun, ketika diambil alih kembali oleh Pemkot Jogja pada 2013, ditemukan beberapa kerusakan. “Ada juga yang rusak karena gempa kemarin, tetapi belum diperbaiki,” katanya.
Meski begitu, hingga saat ini lokasi tersebut masih digunakan oleh para pedagang. Untuk proses revitalisasi, harus dirembug bersama para pedagang. Saat ini di lantai dua dan tiga Pasar Beringharjo total ditempati 173 kios dan 73 konter. Bahkan sudah terdapat pendaftar yang ingin membuka dagangan di sana masuk waiting list.
Untuk batas waktu sewa, kios sewa selama setahun sementara konter tiga bulan. Pihaknya juga belum berencana untuk menaikan tarif sewa kios dan konter. Saat ini tarif sewa kios berkisar Rp 7 juta per tahun sampai Rp 101 juta per tahun. Sedangkan konter mulai Rp 450 ribu per bulan hingga Rp 750 ribu per bulan.
Gunawan menambahkan, hingga September lalu, pendapatan UPT Bisnis Pasar Beringharjo sudah mencapai Rp 3,4 miliar, dari target tahun ini sebesar Rp 4,1 miliar. UPT Bisnis Pasar Beringharjo juga akan mengoptimalkan pendapatan dengan pemasangan media iklan yang lebih statis seperti videotron. “Selain pembangunan fisik, harapan kami pedagang juga tambah laris,” tuturnya. (pra/jko/ong)