Penyidik Indikasikan Ada Tersangka Baru

JOGJA – Pengusutan dugaan korupsi dana hibah Persiba memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ memberikan sinyal bakal ada tersangka baru terkait dana hibah senilai Rp 12,5 miliar tersebut. Hal itu sesuai hasil evaluasi yang dilakukan tim penyidik berulang kali.
“Kemungkinan untuk penyidikan korupsi hibah Persiba akan ada penambahan tersangka baru,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DIJ Azwar SH kemarin (20/10).
Menurut Azwar, penetapan status tersangka baru tersebut tinggal menunggu waktu. Sayangnya, Azwar enggan menyebutkan siapa sosok yang dianggap ikut bertanggung jawab dalam penyimpangan dana hibah tersebut.
Apakah yang dimaksud, adalah para mantan anggota DPRD Bantul, eksekutif/Pemkab Bantul, atau manajemen Persiba? Azwar tetap menutupi identitas orang-orang yang akan dijadikan tersangka baru itu. “Yang jelas penyidik sudah mengantongi sejumlah petunjuk dan alat bukti awal yang cukup. Indikasi masih terus kami dalami. Tunggu saja, nanti juga akan kami informasikan,” terang Azwar.
Disinggung mengenai kapan berkas untuk dua tersangka hibah Persiba Idham Samawi dan Edy Bowo Nurcahyo dilimpahkan ke Pengadilan, Azwar menjawab, penyidik belum bisa memastikan kapan akan dilimpahkan. “Untuk berkas tersangka IS dan EBN masih dievaluasi,” jelasnya.
Di bagian lain, pekan lalu tim penyidik kembali memeriksa bendahara Persiba Dahono, Yulianto, dan sekretaris Persiba Wiekan Werda Kusuma. Mereka diperiksa ulang terkait pengelolaan dan penggunaan uang dana hibah oleh klub Persiba.
Ketua Masyarakat Transparansi Bantul (MTB) Irwan Suryono menilai, sebenarnya penetapan tersangka baru dalam kasus dana hibah Persiba sudah terlambat. Sebab, sejak dulu pihaknya telah berkirim surat dan menyampaikan informasi ke Kejati akan adanya pihak-pihak lain yang patut diduga terlibat dalam penyimpangan dana hibah Persiba senilai Rp 12,5 miliar ini.
“Kami apresiasi, berarti ada kemajuan dalam proses penyidikan ini. Meski tak dipungkiri prosesnya berjalan sangat lamban,” kata Irwan.
MTB mendesak kejati segera mengumumkan nama-nama tersangka baru itu. “Beberapa nama yang patut diduga terlibat sudah kami laporkan ke penyidik. Semoga cepat diumumkan siapa tersangka baru itu agar kasus ini menjadi lebih terang,” jelas Irwan. (mar/jko/ong)