Supardjiono: Kami Legawa, Ini Masalah Nyawa

SLEMAN – PSS Sleman sudah benar-benar legawa diberikan hukuman laga usiran saat menjamu Persiwa Wamena Sabtu (18/10) mendatang. Itu setelah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mendapati fakta, pelaku penye-rangan terhadap suporter PSCS Cila-cap Laskar Nusakambangan Mania (Lanusmania) adalah oknum Brigata Curva Sud (BCS). BCS adalah salah satu kelompok supporter PSS Sleman.Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan Selasa lalu (14/10) mengatakan, jaja-rannya sepakat mengharuskan PSS menjalani laga kandang lawan Per-siwa di wilayah yang jaraknya 100 Km dari Sleman.
Hukuman ini jelas sangat merugikan Super Elang Jawa (Super Elja)- julu-kan PSS Sleman. Selain itu, secara finansial mereka bakal kehilangan pemasukan tiket pertandingan sebesar Rp 300 sampai Rp 400 juta. Secara teknis Anang Hadi dkk juga tidak akan merasakan keuntungan bermain di kandang. Apalagi laga usiran ini juga tidak boleh disaksikan penonton.Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengutuk keras peristiwa penyerangan yang mene-waskan salah satu anggota Lanusma-nia bernama Muhammad Ichwanudin. Ia pun berharap di kemudian hari tidak ada lagi kejadian seperti ini da-lam perjalanan sepak bola Indonesia. “Kami dari PT PSS mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhum Ichwanudin. Semoga ke-jadian kekerasan suporter ini tak ter-jadi lagi di kemudian hari,” ungkapnya kemarin (15/10).
Supardjiono mengatakan, PSS akan menaati sanksi yang diberikan Kom-dis PSSI. Menurutnya karena keja-dian tersebut menimbulkan korban jiwa, hukuman laga usiran ini sangat pantas diberikan pada PSS. “Yang namanya nyawa itu tak bisa di-ganti atau ditu-kar. Kejadian ini sudah mereng-gut korban dan pelakunya ok-num suporter PSS. Jadi kami menerima dengan lapang dada hu-kuman ini,” jelasnya.
Pardji menambahkan manajemen juga berniat melakukan sowan ke keluarga korban di Cilacap. Soal tempat digelarnya laga, Pardji men-gatakan PT LI sudah memberikan mandat pada Panpel PSS untuk mencarinya. Beberapa kota di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) menjadi alternatif untuk menjamu Persiwa. Kota-kota itu di antaranya Bandung, Kuningan, Madiun, dan Sidoardjo.Tim PSS Sleman akan berangkat dari Sleman H-1. Sebelum berangkat, Pardji mengatakan manajemen bak al mengumpulkan suporter guna meng-adakan doa bersama. “Sebelum be-rangkat akan ada doa bersama agar Allah SWT melancarkan laga usiran ini. Yang perlu diingat jika kami me-nang dan PSIS Semarang mengalah-kan PSGC Ciamis di Stadion Jatidiri kami sudah lolos,” paparnya.
Pardji juga mengimbau agar su-porter tidak memaksakan diri be-rangkat menyaksikan laga PSS v Persiwa. Pun demikian saat PSS bertandang ke markas PSGC, Sta-dion Galuh Rabu (22/10) mendatang. “Untuk menjaga kondusivitas, saya berharap suporter tidak usah men-dampingi kami pada laga lawan Persiwa dan PSGC. Intinya tenang saja, kami sudah berjalan sejauh ini dan tidak mungkin mundur. Cita-cita promosi ke Indonesian Super League (ISL) tetap lanjut,” paparnya.Kapten PSS Anang Hadi mengung-kapkan kejadian ini merupakan sebuah musibah untuk PSS. Namun dia menjamin rekan-rekannya sama sekali tidak terpengaruh dengan laga usiran ini. “Psikologis kami sama sekali tidak akan terganggu. Kami sudah benar-benar fokus un-tuk menjalani laga usiran lawan Persiwa,” ucapnya.
Atas nama pemain, Anang juga men-gucapkan rasa belasungkawa untuk Ichwanudin. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan dan kesabaran. “Stop sudah kekerasan suporter. Kami ingin sepak bola yang bebas dari aksi vandalisme seperti ini,” ujarnya. (nes/din/ong)