ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA

BIAR TERTTIB: Seorang pelajar diperiksa kelengkapan berkendara saat razia di Jalan Jendral Sudirman kemarin (13/10).

Beri Kelonggaran Para Pelajar

BANTUL – Pelajar SMA banyak yang terjaring razia surat keleng-kapan berkendara di Jalan Jendral Sudirman kemarin (13/10). Itu karena mereka tidak memiliki surat kelengkapan berkendara, khususnya SIM.Kanit Diksaya Sat Lantas Polres Bantul Iptu Anang Trinovian mengatakan, sasaran razia kali ini sebenarnya adalah pengen-dara umum. Hanya saja, pada kenyatannya banyak pelajar yang tidak memiliki kelengkapan su-rat berkendara.
“Semua sama. Tidak ada kelonggaran hukum bagi pelajar,” terang Anang di sela-sela razia.Sebab, bagi pengendara yang tak memiliki SIM dinilai melanggar undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Ang-kutan Umum. Ancaman hukuman-nya adalah denda maksimal Rp 1 juta.”Ada ratusan pelajar lebih yang terjaring razia,” sebutnya.
Dari itu, Anang pun menyaran-kan agar para pelajar lebih baik mengendarai sepeda onthel saat berangka ke sekolah. Selain aman, mengendarai sepeda onthel juga menyehatkan.Keterangan berbeda diungkapkan Kapolres Bantul AKBP Surawan. Dia menegaskan polres membe-rikan kelonggaran bagi pelajar yang mengendarai sepeda motor. Per-timbangannya, selain memudah-kan kalangan pelajar, pemberian kelonggaran tersebut juga karena faktor usia.”Usia mereka mende-kati 17 tahun,” ungkapnya.
Namun demikian, sambung Su-rawan, pelajar yang terjaring razia di luar jam pergi dan pulang se-kolah tetap akan diproses alias ditilang. (zam/din/jiong)