SLEMAN – Menjaga warisan sejarah, tradisi, seni, dan budaya merupakan signature dari Royal Ambarrukmo Jogjakarta. Ini sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.
Pada Oktober 2014, hotel berbintang lima ini menghadirkan sesuatu yang baru bagi tamu dan masyarakat umum. Yakni, sajian Sendratari Ramayana.
General Manager Royal Ambarrukmo Jogjakarta Lies Yuwati mengatakan, selama ini keberadaan Pendopo Agung dimanfaatkan sebagai tempat melestarikan seni dan budaya.
“Ramayana kisah yang sudah melegenda, di mana cocok digelar di Pendopo Agung dengan nilai-nilai historisnya,” ungkap Lies, di sela-sela launching pertunjukan Sendratari Ramayana, Selasa (30/9).
Ia meneruskan, selain mengadakan kegiatan rutin setiap hari sebagai tempat bagi komunitas seni dan budaya, pertunjukan Sendratari Ramayana ini memberikan warna baru. Sasaran awal dari pertunjukan adalah tamu hotel, masyarakat, wisatawan lokal , serta mancanegara yang kebetulan berkunjung ke Jogjakarta.
Karena, pertunjukan ini dihadirkan untuk menambah pilihan tempat. Selain di Prambanan dan Purawisata yang lebih dulu menghadirkan pertunjukan Sendratari Ramayana.
Sebelum menyaksikan pertunjukan, tamu diajak melihat suasana Kedhaton yang lengkap dengan museumnya dan menghadirkan kisah sejarah dari Pesanggrahan. Usai tur ke seluruh area Kedhaton dan museum, tamu bisa menikmati sajian makan malam, sembari menikmati sajian Sendratari Ramayana langsung.
“Kisah yang disajikan merupakan rangkuman kisah lengkap dari Ramayana. Jadi, tariannya merupakan cuplikan,” papar Lies.
Public Relations Manager Wiwied A. Widyastuti mengatakan, kapasitas disiapkan untuk 200 orang. Para penari diiringi musik, serta suasana Pendopo Agung akan membuat para tamu larut dalam cerita dan mencermati setiap gerakan para penari.
“Sendratari Ramayana akan dihadirkan setiap Jumat malam. Royal ambarrukmo tidak hanya sekedar menjadi hotel untuk event MICE saja, tetapi bisa menjadi destinasi wisatawan,” kata Wiwied.(dya/hes)