JOGJA – Kebakaran yang menimpa Pasar Klitikan di Pakuncen, Jogja, beberapa waktu lalu, menciptakan solidaritas para pedagang pasar lainnya di Kota Jogja.
Kemarin (30/9) sebanyak 37 paguyuban pedagang pasar tra-disional memberikan bantuan dana bagi korban kebakaran Pasar Klitikan. Kepala Dinas Pengelolaan Pa-sar (Dinlopas) Kota Jogja Mar-syution Tonang mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan antarpedagang pasar tradisional di Kota Jogja. Masing-masing pasar melakukan penggalangan dana dari para pedagang di tiap pasar. Uang yang terkumpul diserahkan ke korban kebakaran di Pasar Klitikan. “Ini merupakan bentuk kebersamaan pedagang pasar yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut dia, pascakebakaran yang melalap 85 kios di Pasar Klitikan, saat ini proses perbai-kan pasar terus dilakukan. Pi-haknya melakukan akselerasi penataan dan pembangunan kembali Pasar Klitikan. Selain melakukan perbaikan kios yang terbakar, para pedagang yang menjadi korban juga menda-patkan lokasi sementara di se-lesar pasar untuk berjualan. “Yang penting para pedagang ini bisa berjualan kembali,” ungkapnya.
Dinlopas sendiri, lanjut dia, juga akan memberikan kemu-dahan bagi para pedagang yang menjadi korban. Dari perhitung-an total terdapat 60 pedagang yang menjadi korban. Mereka akan mendapatkan pembebasan atau pengurangan retribusi yang harus dibayarkan pedagang. Sementara itu Ketua Komuni-tas Pedagang Pasar Klitikan Fa-turahman menyambut baik inisiatif paguyuban pedagang pasar tradisional yang mem-bantu meringankan beban pe-dagang Pasar Klitikan. Bantuan dana dari pedagang Pasar Kliti-kan sudah terkumpul sebanyak Rp 25 juta dan dari pedagang di luar pasar untuk sementara su-dah terkumpul Rp15 juta.
“Dana yang terkumpul akan diserahkan ke pedagang. Jumlah bantuan yang diberikan ke tiap pedagang mungkin bervariasi, sesuai kesepakatan dan kondisi pedagang itu sendiri,” jelasnya. Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti juga menyambut baik solidaritas para pedagang pasar tersebut. Hal itu, menurut dia, juga se-suai dengan Segoro Amarto atau semangat gotong royong agawe majune Ngayogyakarto. Untuk proses pembenahan pasar, saat ini sudah mulai dila-kukan oleh Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DB-GAD) dengan menggeser kegia-tan di DBGAD. “Gotong royong ini yang harus kita pertahankan,” ujar HS. (pra/laz/gp)