Berharap APBD-P Tetap Bisa Disahkan

JOGJA – Pemerintah Kota (Pem-kot) Jogja tetap berharap ke-pada anggota DPRD Kota Jogja agar tetap bisa membahas RAPBD Perubahan 2014, dan disahkan menjadi APBD P. Untuk kepentingan tersebut, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengaku siap menanggung risiko terhadap apa yang mungkin bisa terjadi dengan pembahasan tersebut. Namun dia berharap, tidak ada yang dilanggar.”Sampai sekarang saya masih khusnudzon (berprasangka baik) terhadap proses di DPRD. Ha-rapannya bisa dibahas DPRD dalam waktu yang singkat dan tidak menyalahi,” ujar HS kema-rin (30/9).
Diakui bahwa kemarin mer-upakan batas terakhir pengesa-han, namun menurut HS masih terdapat ruang untuk melaku-kan pembahasan. Dirinya ber-harap pembahasan APBD Pe-rubahan 2014 bisa diparalelkan dengan pembahasan APBD murni 2015. Menurut HS, terdapat sejum-lah agenda kegiatan yang harus tetap dilakukan hingga akhir tahun nanti, seperti gaji bagi tenaga bantu atau naban, peng-adaan buku kurikulum 2013 paket kedua, serta anggaran ja-minan kesehatan.
“Untuk kepentingan masyara-kat, saya siap bertanggung jawab,” tandas HS yang didampingi Ke-pala Bagian Hukum Setda Kota Jogja Basuki Hari Saksono dan Kepala DPDPK Kota Jogja Kadri Renggono, kemarin.Spirit untuk mengedepankan kepentingan masyarakat terse-but, diharapkan HS, juga bisa dijalankan oleh anggota dewan kota. Sehingga dalam waktu de-kat ini sudah ada progres.
HS juga mengaku sudah mela-kukan konsultasi dengan Pem-prov DIJ. “Sudah kami konsul-tasikan dengan jajaran, untuk biaya bagi SDM ini harus tetap ada,” ujarnya.Tampaknya gayung bersambut. Ketua DPRD Kota Jogja Suja-narko mengaku masih ada ruang untuk melakukan pembahasan APBD Perubahan 2014, sebelum tahun anggaran selesai. Pihaknya juga sudah mewacanakan untuk melakukan konsultasi dengan Pemprov DIJ mengenai hal itu. “Selama tidak ada pelanggaran aturan, masih ada ruang,” kata-nya. (pra/jko/gp)