KEJAKSAAN Tinggi DIJ mengapresiasi be-sarnya dukungan masyarakat terhadap penun-tasan perkara korupsi hibah Persiba Bantul Rp 12,5 miliar.Menyikapi atensi publik terse-but, kejati berjanji tak akan menyia-nyiakan.”Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Kami akan per-hatikan dukungan ini,” ungkap Asisten Intelejen Kejati DIJ Henry Budianto SH MH saat berdialog dengan perwakilan Perhimpunan Aktivis Ngayo-gyakarta (Puan) di Gedung Ke-jati DIJ, kemarin (18/9).
Pria yang tak lama lagi berpin-dah tugas sebagai Kajari Tegal itu mengatakan, sedianya Ka-jati DIJ Loeke Larasati Agoestina SH MM akan menemui massa dari Puan. Namun karena saat bersamaan Kajati tengah me-mimpin rapat badan koordi-nasi pengawasan aliran dan kepercayaan (Bakor Pakem), maka Henry diminta mewakili. “Rapat Bakor Pakem telah ter-jadwal cukup lama. Kalau nan-ti ingin bertemu dengan Ibu Kajati, dapat diagendakan ulang,” ucap mantan Kajari Wates ini.
Lantaran hanya ditugaskan menemui, Henry berdalih tidak berwenang menjawab tuntutan massa Puan. Khususnya ter-kait desakan agar berkas acara pemeriksaan (BAP) perkara Persiba dengan tersangka HM. Idham Samawi dan Edi Bowo Nurcahyo segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jogja. “Nanti kami sampaikan ke pim-pinan,” kilahnya.
Koordinator Puan Satria me-nyatakan kesiapannya datang kembali ke kejaksaan. Ia men-gatakan, Puan telah dua kali mendatangi kejati, dan satu kali menggelar aksi di kantor BPKP Perwakilan DIJ.Sebelum berdialog dengan Asintel Kejati DIJ, Satria lebih dulu memimpin aksi. Orasi dila-kukan di depan Gedung Kejati. Massa Puan mengkritisi lamban-nya kinerja kejati.
Berlarut-larutnya penanganan kasus Persiba telah meresahkan masyarakat. Puan juga menuntut kejaksaan mengembangkan penyidikan dengan menerapkan pasal-pasal tindak pidana pen-cucian uang (TPPU).Dasar dijeratnya tersangka Persiba dengan TPPU cukup terang. Kejati sejak beberapa waktu lalu telah mengantongi laporan hasil analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Ana-lisis Transaksi Keuangan (PPATK). LHA berisi sejumlah catatan dan transaksi keuangan mencuriga-kan yang melibatkan tersangka petinggi Persiba.
Sebagai simbolisasi terjadinya pencucian uang itu, Puan men-ghadiahi kejati satu unit mesin cuci. Juga uang mainan Rp 100 ribu. Mesin cuci itu ditempeli poster bertuliskan “Mesin Cuci Uang TPPU Kasus Dana Hibah Persiba Bantul”. “Laporan PPATK itu sudah bisa menjadi dasar bagi kejati. Perkara pidana asalnya kasus hibah Persiba,” tambah Nugra-ha yang bertindak sebagai ko-ordinator lapangan.
Nugraha mewanti-wanti bila kejati tak sanggup menyelesaikan perkara hibah Persiba, maka pihaknya meminta KPK agar mengambil alih perkara tersebut. “Itu agar perkara tidak berke-panjangan dan membuat resah masyarakat,” katanya.Massa Puan juga menyinggung posisi salah satu tersangka HM. Idham Samawi yang masuk daftar di antara 38 anggota DPRD dan DPR RI terpilih yang ber-status tersangka. Untuk DPR RI ada empat orang, satu di antaranya adalah Jero Wacik. (mar/laz/gp)