Untuk Perbaikan Kebiasaan Buruk


PURWOREJO – Sebanyak 55 murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Purworejo dikirim ke Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) Satria Baturaden, Kabupaten Banyumas. Di sana mereka akan mendapat pendidikan khusus untuk memperbaiki pola perilaku di sekolah dan di keluarga.
Kasi Rehabilitasi Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnakertrans) Purworejo Dede Yeni Iswantini menjelaskan, tahun ini sebetulnya sudah tidak ada jatah untuk Kabupaten Purworejo. Namun berhubung Kabupaten Tegal mengundurkan diri, sehingga Kabupaten Purworejo ditawari untuk mengirimkan kembali.
“Pemkab juga memberi respon dan ternyata bisa menganggarkannya di APBD Perubahan 2014,” katanya di sela-sela pemberangkatan peserta petirah anak angkatan VIII 2014 di Pendopo Kecamatan Purworejo kemarin (18/9).
Yeni menjelaskan, peserta petirah akan berada di Baduraden selama sebulan dan berpisah dengan keluarganya. Diharapkan, sepulang dari PSPA Satria, pola perilaku mereka akan berubah menjadi lebih baik, di sekolah maupun di keluarga.
“Salah satu kesulitan anak dalam belajar, biasanya sering berikap usil, pemalu dan pendiam. Nah di sana, mereka akan mendapatkan suntikan mental dan sikologi, serta tips untuk mengendalikan kebiasaan itu,” imbuh Yeni.
Pemberangkatan ke lima puluh lima peserta pertirah itu juga dihadiri Staf Ahli Bupati Purworejo Edy Sudiati, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbudpora Winanto, Camat Purworejo Edy Novianto dan Kepala UPT Dikbudpora Purworejo Sasmito Adi.
Edy menambahkan, petirahan merupakan kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan, dengan tujuan membimbing anak-anak yang mempunyai sedikit kekurangan atau hambatan belajar. “Berbagai faktor yang bisa mempengaruhi, seperti faktor sosial ekonomi, sosial psikologis maupun sosial budaya,” imbuhnya.
Menurut Edy, anak-anak yang mempunyai latar belakang semacam itu, perlu mendapat perhatikan dan penanganan lebih intensif dengan tujuan agar kedepannya tidak salah arah. “Sebab, bagaimana pun juga, mereka adalah anak-anak bangsa yang merupakan pemilik masa depan negeri ini,” kata Eny mewakili bupati saat memberikan sambutan.
Eny melanjutkan, dengan tetirah diharapkan bisa membantu memberikan pelayanan dan perlindungan bagi anak, dari situasi yang menghambat perkembangan fisik, mental atau sosial, menuju situasi yang memungkinkan anak agar dapat tumbuh kembang secara wajar.
“Dan saya percaya, setelah mengikuti kegiatan petirahan, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang mandiri, percaya diri, semakin baik dalam bersosialisasi dan berbagai hal positif lainnya,” imbuhnya. (tom/jko)