Persiba Bantul kini bulan lagi tim yang dapat membelanjakan uangnya membeli pemain-pemain bintang. Faktor financial menjadi kendalanya. Apa yang akan dilakukan?
KC DHANESWARA, Bantul
Dulu, tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini memang dapat membelanjakan dana dari APBD guna merekrut pemain berkelas. Inilah yang menjadi salah satu andil membawa mereka bisa mencicipi kompetisi kasta tertinggi setelah berhasil menjuarai Divisi Utama 2014. Tetapi, tidak diperbolehkannya lagi dana APBD lambat laun mengembalikan Laskar Sultan Agung ke level lebih rendah. Saat berlaga di Indonesian Premier League (IPL) mereka masih mampu menunjukkan tajinya. Buktinya, saat IPL dilebur dengan ISL mulai musim 2015, mereka menjadi satu dari empat klub yang berpartisipasi di ISL. Tapi saat berlaga di ISL 2014, Laskar Sultan Agung benar-benar tanpa taji. Ditinggal sederet bintangnya, Persiba tidak mampu bersaing di Wilayah Timur. Akhirnya mereka harus puas menempati juru kunci Wilayah Timur dan terdegradasi ke Divisi Utama musim 2015. Suporter sempat mendesak agar Persiba sudah kembali ke ISL tahun 2016. Tetapi hal ini tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ya, kemungkinan finansial Persiba masih porak poranda di musim depan. Menanggapi hal ini, Pelatih Sajuri Said menyarankan agar musim depan Laskar Sultan Agung bisa mengikuti jejak tim tetangga PSIM Jogja lebih memberdayakan pemain lokal. Apalagi PSIM sudah membuktikan, dengan skuad yang didominasi penggawa binaan Kota Jogja, mereka bisa tampil kompetitif. “Saya memang belum tentu melatih Persiba lagi musim depan. Tapi kalau saya boleh menyarankan, Persiba mungkin bisa lebih memberdayakan pemain lokal di musim depan,” jelas guru SMAN 1 Pajangan Bantul ini. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir,cukup banyak pemain binaan Bantul yang dapat bersinar. Sebut saja Nopendi yang kini membela Persepam Madura United serta Johan Manaji. Di musim lalu, Sajuri juga beberapa kali menurunkan pemain muda asal Bantul. Sebut saja Heru Kuswanto dan Sunni Hizbullah. Meskipun belum mampu menunjukkan sinarnya dia yakin jika bermain di Divisi Utama kedua penggawa tersebut bisa menampilkan performa terbaik.”Pemain asal Bantul juga cukup banyak yang bagus. Sunni dan Heru Kuswanto saya rasa bisa diandalkan di Divisi Utama,” jelasnya. Direktur Utama (Dirut) PT Bantul Jaya Utama (PT BJU) Wikan Werdo Kisworo mengakui jika memberdayakan pemain lokal bisa menjadi solusi untuk Persiba. Terlebih lagi, rate gaji pemain lokal tentunya tidak sebesar pemain-pemain yang telah memiliki kelas. Tapi pria berkepala plontos ini mengatakan membahas hal ini masih terlalu jauh. Apalagi, kompetisi musim 2014 belum sepenuhnya usai. ISL segera memasuki babak delapan besar. Ada pun Divisi Utama sedang menggulirkan babak 16 besar. (*/din)