JOGJA – Dari tahun ke tahun, minat belajar ke Tiongkok semakin tinggi. Bukan hanya melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti S1 dan S2 tapi juga hingga pada karir.Hal tersebut seperti yang diungkapkan Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIJ Jimmy Sutanto. “Minat pelajar DIJ untuk meneruskan pendidikan di negeri Tiongkok cukup besar. Terlihat dari jumlah partisipasi summer camp yang terus bertambah, maupun yang belajar ke sana,” ujarnya, Jumat (8/8).
Dirinya mengatakan untuk belajar ke Tiongkok para pelajar terkadang memang terkendala hal finansial. Namun adanya kesempatan belajar dengan beasiswa merupakan peluang baik bagi siapapun yang ingin menempa ilmu lebih tinggi di sana.Salah satu kesempatan itu diberikan oleh Hainan University, Tiongkok. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ini menyiapkan beasiswa untuk S1 yang bernilai RMB 20.000 per tahun. Beasiswa tersebut langsung disampaikan oleh Dekan College of International Cultural Exchange, Hainan University sekaligus Sekjen Hainan Association of Foreign Students Administration Yang Yunsheng. “Beliau datang langsung ke Jogja dan menyampaikan kabar baik tersebut,” ujar Jimmy.
Ketua APPBMI DPD DIJ Nicodemus Sanny menambahkan beasiswa yang dijanjikan berupa beasiswa untuk S1 yang bernilai RMB 20.000 per tahun. Beasiswa tersebut merupakan item dari Pemerintah Provinsi Hainan yang cukup untuk biaya kuliah dan asrama selama satu tahun. Mereka yang berkualitas tidak perlu memikirkan biaya gedung, karena semua PTN di Tiongkok tidak menarik biaya gedung sebab sudah dibiayai pemerintah. “Maka para calon mahasiswa hanya perlu siapkan biaya hidup sehari-hari saja. Siswa yang nilainya baik otomatis akan dapat di tahun berikutnya hingga lulus,” ujar Sanny.
Dirinya menambahkan Hainan adalah provinsi yang paling selatan di Tiongkok, memiliki iklim yang mirip Asia Tenggara. Sehingga mahasiswa dari Indonesia akan sangat mudah melakukan penyesuaian. Sedangkan untuk proses pengajuan beasiswa tersebut, dirinya menjelaskan, semua diserahkan ke BKPBT DIJ. Sedangkan untuk jurusan Bahasa Mandarin butuh syarat HSK level 3 sedangkan untuk jurusan lain adalah HSK Level 4. “Peminat harus sudah kontak ke BKPBT DIJ paling lambat Desember ini karena Januari 2015 nama-nama calon sudah harus diajukan ke pemerintah provinsi Hainan,” ujar Sanny. (dya/ila)