MAGELANG – Polres Magelang Kota memusnahkan 56 kilogram bahan petasan sitaan selama Operasi Ketupat Candi 2014, kemarin (7/8). Pemusnahan barang bukti dilakukan di Gedung Olahraga (GOR) Samapta, sisi barat dengan cara diledakkan menggunakan pemicu jarak jauh. Cara tersebut untuk menghindari cidera petugas yang melakukan pemusnahan.”Kami musnahkan di tempat terbuka dan jauh dari keramaian agar tidak membahayakan warga, karena suaranya keras sekali. Untuk meledakkannya, kami beri pemicu dan disulut dari jarak jauh,” kata Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria Dwianto.
Sementaa itu, Kasubag Humas AKP Esti Wardiani memaparkan, selama Operasi Ketupat Candi 2014 diselenggarakan pada Ramadan lalu hingga dua pekan usai Lebaran, polisi merazia puluhan kilogram bahan mercon. Sebagai tindak lanjutnya, bahan ledak itu dimusnahkan.”Petasan sudah dimusnahkan, karena bahayanya luar biasa. Ada 56 kilogram mercon dan 56 sumbu mercon yang disita dari dua tersangka,” imbuhnya.Esti menambahkan, saat ini jajaran Polres Magelang Kota terus melakukan razia dan pengawasan terhadap petasan yang berada di wilayah hukumnya. Ia menilai, pascalebaran tidak menutup kemungkinan petasan masih beredar. “Kami mengimbau masyarakat tidak menjual atau membeli benda berbahaya tersebut. Jika melanggar pasti ada sanksi,” ungkapnya.
Dua tersangka bernama Hermawan Nugroho, 30, warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, dan Yosua Eko Wibisono,23, mahasiswa asal Sinduaji, Mlati, Sleman, Jogjakarta sekarang sudah mendekam di Lapas II A Magelang. Kedua tersangka dicokok polisi lantaran diduga melakukan bisnis jualan petasan melalui jejaring sosial facebook.Modus dua tersangka bisa terungkap setelah petugas menyamar menjadi pembeli dan berencana melakukan transaksi langung. Alhasil, dengan kesigapan petugas, kedua tersangka dibekuk bersama dengan barang buktinya. Kedua tersangka dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(dem/hes)