JOGJA – Jelang lebaran 1435 Hijriah, Polresta Jogja telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban lalu lintas. Daerah yang menjadi sasaran utama ialah jalan raya yang menjadi pusat belanja seperti Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo, Jalan C. Simanjuntak, Jalan Solo, dan Jalan Panembahan Senopati. Jalan tersebut dinilai rawan terjadi kemacetan karena membludaknya pengunjung yang ingin belanja untuk keperluan Lebaran. “Kami sudah menempatkan petugas untuk mengatur dan menjaga arus lalu lintas agar tetap lancar dan aman,” kata Kasatlantas Polresta Jogja Kompol Suryo Hutomo kepada Radar Jogja kemarin (20/7).
Untuk menjamin kelancaran lalin di Jalan Malioboro, Polrestas Jogja telah membuka posko pelayanan terpadu di Persimpangan Area Parkir Abu Bakar Ali. Sedangkan untuk posko pantuan lalin berada di seluruh persimpangan jalan raya. Nantinya, setiap persimpangan yang rawan kemacetan akan selalu dijaga oleh polantas. “Selama operasi ketupat ini, kami dibantu instansi lain seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan relawan warga sipil,” terang Suryo.Selain membuka posko, Polresta memastikan infrastruktur jalan raya di Kota Jogja sudah dalam kondisi layak dilalui. Sejumlah ruas jalan yang sempat rusak karena pengerukan pemasangan pipa limbah sudah diperbaiki seperti di Jalan Gejayan dan Jalan Kolombo. Begitu pula kondisi rambu lalu lintas di sepanjang jalan raya Kota Jogja sudah diperbaiki. “Rambu lalu lintas dan lampu penerangan juga sudah diperbaiki,” terang Suryo.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Wirawan Haryoyudho mengatakan untuk penataan arus lalu lintas di Malioboro akan dilakukan rekayasan lalin. Sejumlah langkah rekayasa pun telah disusun seperti di ruas Jalan Pabringan menjadi satu arah dan Jalan Suryatmajan. “Jika diperlukan Jalan Suryatmajan akan dilaksanakan dua arah seperti tahun lalu. Tetapi semua tergantung situasi dan kondisi,” kata Wirawan. (mar/din)