JOGJA – Pemerintah Kota Jogja komit terus menjaga dan mewujudkan kawasan Malioboro yang aman, tertib, dan bersih. Semangat itu digelorakan untuk menyambut pemudik dan wisatawan yang datang ke kawasan tersebut selama libur Lebaran 2014 ini.Salah satu bentuk keseriusan pemkot menciptakan kenyamanan di Malioboro adalah menyiapkan 370 personel Jogobaran (Jogo Lebaran). Mereka akan disebar di berbagai titik di kawasan Malioboro.Personel Jogobaran berasal dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan pemkot. Di antaranya, staf Dinas Perhubungan Kota Jogja, Dinas Ketertiban Kota Jogja, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogja, BPBD Jogja, UPT Taman Pintar, dan UPT Malioboro. Ada pula personel dari kecamatan serta Pramuka.Jogobaran bakal bersinergi dengan personel kepolisian. Mereka juga akan membuka posko di kawasan Malioboro. “Ini merupakan tradisi setiap tahun untuk menjaga dan membantu kepolisian serta pihak lainnya untuk menciptakan Jogja yang tetap nyaman,” ujar Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dalam apel Jogobaran 2014 di Taman Parkir Abu Bakar Ali Jojgja kemarin (20/3).
Menurut HS, kawasan Malioboro akan menjadi tujuan utama pemudik dan wisatawan yang datang ke Jogja. Hal itu juga terjadi dalam tahun-tahun sebelumnya.Banyaknya masyarakat yang datang ke Malioboro bakal memicu kepadatan lalu lintas. Jalan-jalan di sekitar Malioboro akan padat kendaraan bermotor. Termasuk jalan-jalan di sekitar Tugu dan Pabringan. HS tidak berani menjamin lalu lintas di Malioboro akan lancer saat musim liburan Lebaran nanti. Sekali pun, kata dia, pemkot sudah menurunkan Jogobaran. “Saya tidak bisa mengatakan akan lancer. Paling tidak, tetap bisa berjalan. Padat merayap,” tuturnya.HS mengajak seluruh masyarakat Kota Jogja turut serta untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi para pendatang saat Lebaran nanti. Untuk itu pula, dia kembali mengimbau masyarakat untuk bisa menghindari Malioboro. Jika tidak urusan penting atau mendesak seyogianya masyarakat Kota Jogja tidak perlu datang ke Malioboro. “Jika tidak urgent, lebih baik dihindari lewat Malioboro. Beri kesempatan para pendatang yang juga ingin berlibur,” terangnya.
Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Haryoyudho menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah mana saja yang rawan. Pejabat yang didapuk sebagai koordinator Jogobaran 2014 itu menambahkan, di dalam Jogobaran juga terdapat tim khusus. Tim tersebut mengendarai motor trail. Mereka akan berpatroli di titik-titik kemacetan. “Mereka juga dilengkapi dengan HT (handy talky)sehingga memudahkan koordinasi,” ujarnya.Wirawan mengatakan, saat arus mudik Lebaran nanti jumlah pemudik dan wisatawan yang datang ke Kota Jogja bisa meningkat tiga hingga empat kali lipat dibanding hari biasa. Hal itu bukan hanya dipengaruhi pemudik. Kepadatan tersebut juga terkait ada banyak para pemudik dengan kota tujuan lain yang sengaja mampir di Jogja. “Perkiraannya, dibanding tahun lalu, jumlah pendatang bisa lebih tinggi,” ujarnya. (pra/amd)