SLEMAN – Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah bagi siapa saja yang menjalaninya dengan keikhlasan. Tidak sedikit yang pada akhirnya mendapat rezeki berlebih. Seperti Daryono dan istri, yang dengan tekun menjalani bisnis kain perca. Jika kain perca dipandang sebagai barang bekas atau sampah yang tidak memiliki nilai jual dan seni, namun tidak demikian bagi Daryono. Bersama istri, dirinya mengkreasikan kain-kain perca batik tulis yang sudah menjadi limbah. Kemudian diolah lagi menjadi aksesori yang cantik dan menarik.
“Kita konsentrasi ke batik tulis. Banyak sekali perca yang dibuang begitu saja, padahal kainnya bagus, apalagi batik tulis,” ujar Daryono kemarin (15/7).Dirinya mengatakan ketertarikan orang pada sesuatu yang unik membuka peluang bagi dirinya untuk mengembangkan kreasi perca. Berbagai aksesori dikreasikan dan setelah menjadi aksesori, orang bisa memadukan dengan gaya fesyennya. Tidak terkecuali gaya berhijab saat Ramadan dan lebaran nanti. “Sejak awal puasa penjualan kami sudah meningkat dan jika seperti tahun lalu bisa mencapai 100 persen dari hari biasa,” ujarnya.
Dirinya mengatakan aksesori kain perca ini memberikan tampilan beda. Keunikan motif dari kain perca itu sendiri dapat menjadi daya tarik dan sesuatu yang berbeda. Desain dan motifnya kita buat yang unik agar bisa dipadupadankan dengan gaya fesyen apapun,” ujar Daryono.Dirinya menambahkan jelang lebaran nanti kreasi baru dan berbeda terus dimunculkan. Juga terus memperkenalkan produk kain perca yang nilai jual dan nilai seni ke masyarakat luas. “Dengan kualitas bagus dan kreasi menarik, kami akan terus mengembangkan aksesori kain perca ini,” ujar Daryono. (dya/ila)