JOGJA – IndiZone, ikon kreativitas baru bagi komunitas di Jogjakarta hasil kerja sama Telkom dan Intel diresmikan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti, kemarin (5/5). Indizone berbentuk kontainer unik itu terbuka bagi masyarakat umum dan tersedia di pelataran parkir gedung Telkom Jogjakarta, dari 5-19 Mei 2014 setiap hari, pukul 14.00 – 21.00.
Selain itu, untuk mempersiapkan para guru melek TIK (teknologi informasi dan komunikasi), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bersama Intel Indonesia Corporation (Intel), serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ member pelatihan teknologi, berupa ‘Program Pengembangan Profesionalitas Guru’ melalui program Intel Teach bagi 1.000 orang guru SD, SMP, SMA di DIJ, di kantor Telkom Yogyakarta, selama seminggu.
“Program ini diselenggarakan dengan harapan pendidikan akan lebih kreatif dan inovatif. Agar terjadi perubahan paradigma di bidang pendidikan. Jika dulu lebih berpusat pada guru, pendidikan sekarang lebih berpusat pada siswa,” kata Business Development Manager Intel, Ganis Samudra Muharyono, usai penandatanganan nota kesepahaman antara Intel, Telkom, dan Disdikpora DIJ.
Melalui proses pembelajaran abad 21, program berdasarkan project based learning itu diberikan melalui program getting started bagi para guru pemula di bidang TIK serta essensial course bagi para guru yang sebelumnya mengenal TIK.Dari 1.000 guru peserta tersebut, nantinya dipilih 300 guru sebagai master trainer yang akan melatih TIK pada guru-guru lainnya.
“Kebutuhan sumberdaya manusia yang andal dan pentingnya pembangunan kapital sumberdaya di era abad 21 mutlak diperlukan suatu bangsa. Ini harus didukung aplikasi yang tepat dan universal serta konektivitas yang mumpuni,” tegas General Manager Telkom Jogjakarta, Firdaus Ruswandi.Telkom mendukung kelancaran proses pembelajaran abad 21 dan implementasi kurikulum 2013 dengan menyediakan koneksi yang semakin stabil, tersedianya akses internet, dan ketersediaan akses wifi yang semakin merata. Terutama di lingkungan sekolah atau dunia pendidikan.
“Saat ini sudah tersedia akses internet bagi 512 sekolah di DIJ,” imbuh Firdaus.Wali Kota Jogjakarta Haryadi Suyuti mendukung program bagi para guru tersebut. “TIK sudah menjadi kebutuhan. Guru sekarang tak selayaknya gaptek lagi. Yang terpenting, program TIK harus mudah diakses, terus di-update, dan user friendly,” katanya.
Total jumlah guru TK hingga SMA sederajat di Jogjakaarta kurang lebih 60 ribu guru. “Sejak 2007, kami melakukan pelatihan TIK bagi 1.000 guru setiap tahun, hingga sampai kini sudah 8 ribu guru memahami TIK,” tegas Kepala Disikpora DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.
Pelatihan TIK bagi para guru, lanjut Aji, mulai dari tingkat dasar, tingkat lanjutan, hingga pemeliharaan komputer. Harapannya, semua guru tak lagi gaptek. “DIJ telah menyediakan 500 unit laboratorium computer. Masing-masing bagi 300 SD dan 200 SMP. Penyediaan ini tentu saja bagi sekolah yang sebelumnya belum memiliki laboratorium komputer,” katanya. (hes/ty)