WATES – Kasus pembunuhan terhadap guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Rela Bhakti II Wates membuat kalangan legislatif turut prihatin. Kemarin, beberapa anggota DPRD Kulonprogo mendatangi SLB yang merupakan tempat peristiwa pembunuhan Rina Astuti, 37, yang dilakukan rekan seprofesinya, Sugiyanto, 45, pada Sabtu (3/5) lalu.
Adapun setelah terjadi peristiwa yang menggemparkan itu, sekolah meliburkan siswanya selama tiga hari. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengembalikan mental siswanya agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. Selain itu, sekolah juga menanti tindak lanjut dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ.Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo Kasdiono mengatakan upaya pemulihan terhadap siswa SLB Rela Bhakti II Wates sangat penting. Apalagi ketika terjadi peristiwa itu, siswa menyaksikan secara langsung sehingga berpotensi memunculkan trauma.
“Peristiwa ini menjadi pembelajaran sekolah. Bimbingan Konseling dibutuhkan tidak hanya untuk siswa, tapi juga tenaga pendidiknya,” kata Kasdiono (5/5).
Kepala SLB Rela Bhakti II Wates Mukharom mengatakan segera melakukan deteksi terhadap siswa setelah masa libur selesai. Namun, jika masih ditemukan siswa yang secara sikap masih trauma, maka diperkenankan untuk belajar di rumah. Kemudian, ketika waktu libur selesai maka langkah awal sekolah tidak langsung memberikan pelajaran.
“Kami fokus pemulihan dulu. Baik secara psikologi maupun secara spiritual. Termasuk kegiatan yang menyenangkan kepada mereka. Sambil menunggu fasilitas dari Disdik DIJ yang juga akan mendatangkan psikolog,” jelasnya. (fid/iwa)