SLEMAN – Sekitar seribu orang beryanyi bersama dalam dalam pembukaan Pekan Pancasila di kompleks Grha Sabha Pramana (GSP) UGM Jogjakarta kemarin (4/5). Mereka menyanyikan sejumlah lagu nasional.
Aubade itu dibawakan segala usia. Ada pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Ada pula ibu-ibu dari pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).
“Melibatkan tim paduan suara pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi dan kelompok paduan suara umum,” jelas Drs Aryadi Asari MM, ketua panitia penyelenggaraan Aubade 1.000.
Panitia menyebutkan, mereka berasal dari sekitar 43 kelompok paduan suara yang ada di Jogjakarta. Lagu yang dinyayikan dalam aubade ini yakni lagu nasional. Di antaranya, Nyiur Hijau, Pangeran Diponegoro, Indonesia Tetap Merdeka, Yogya Kembali, Maju Tak Gentar, dan Indonesia Jaya.
Dalam kegiatan ini, juga ditampilkan dramaturgi. Dramaturgi ini mengusung mengenai perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah.
Aubade 1.000 ini merupakan bagian dari Pekan Pancasila yang diselenggarakan Pusat Studi Pancasila (PSP) UGM. Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga 8 Mei.
Beberapa rangkaian dalam kegiatan itu antara lain Kongres Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan II 2014, serta Dialog Kebangsaan. Panitia juga menjadwalkan menggelar dialog kebangsaan dengan menghadirkan perwakilan mahasiswa berbagai asrama daerah di Jogjakarta.
Seminar mengenai kepemimpinan nasional juga siap diselenggarakan pada 8 Mei. Rencananya Gubernur DIJ Hamengku Buwono X menjadi salah seorang pembicaranya. (eri/amd/gp)