WONOSARI – Perjuangan caleg incumbent dari Partai Demokrat Suhardono berujung manis. Setelah dilakukan rapat pleno terbuka hasil penetapan rekapitulasi pencermatan dan perbaikan hasil perhitungan perolehan suara pemilu, posisinya menggeser posisi rival satu partainya, Supriyani Astuti.
Ketua KPUD Gunungkidul, Zainuri Ikhsan mengatakan, peninjauan kembali hasil rekapitulasi tersebut menindaklanjuti rekomendasi bawaslu. Peninjauan kembali ini atas dasar UU 8/2012 pasal 205 wajib menetapkan hasilnya pemilu pada 9 Mei 2014. Maka jika belum diputuskan, bisa dilakukan peninjauan kembali hasil rekapitulasi tingkat daerah.
“Hasilnya, suara Suhardono lebih besar dibanding Supriyani Astuti,” kata Zainuri Ikhsan usai menggelar rapat pleno di KPUD Gunungkidul (4/5).Ada kesalahan tulis angka perolehan suara di PPS Desa Candirejo, Kecamatan Semanu. Di TPS 16 Candirejo, Suhardo memperoleh empat suara dan perolehan tersebut tertulis di form C1 TPS, namun sampai PPS suara Suhardono menjadi nol dan beralih ke kolom caleg nomor urut dua Supriyani Astuti.
Di TPS 24, Suhardono mendapat 30 suara, namun sampai PPS suaranya turun menjadi tiga suara. “Jadi, laporan nota keberatan yang dilayangkan beberapa waktu lalu benar. Sekarang posisi Suhardono menjadi nomur urut satu,” ujarnya.
Ditemui usai rapat pleno, Suhardono mengatakan perolehan suara by name sebelum ditambah yakni 1.987 suara, sementara Supriyani Astuti memperoleh 2.017 suara. Setelah ada peninjauan kembali dia memperoleh total 2.018 suara. “Mari hormati hasil rapat pleno,” kata Suhardono.
Sementara itu, Supriyani Astuti mengatakan dalam perjuangan selalu ada menang dan kalah. Menurut dia, tidak ada yang perlu disikapi secara serius dari hasil rapat pleno tersebut. “Saya akan kembali ke swasta,” ucapnya sembari melepas senyum.
Ditanya langkah ke depan, apakah masih berkeinginan terjun dalam dunia politik, Supriyani tengah berkonsentrasi menggeluti dunia bisnis. “Insya Allah puasa launching,” ucapnya.
Penetapan rekapitulasi pencermatan dan perbaikan hasil perhitungan perolehan suara pemilu dilakukan untuk anggota DPRD pemilihan DIJ dan DPRD kabupaten Gunungkidul. Ada enam TPS yang dibuka untuk DPR RI dan dua TPS untuk DPRD Gunungkidul. (gun/iwa/rv)