BANTUL – Ganasnya pantai selatan kembali memakan korban. Kali ini, tiga bocah asal Dusun Grojokan, Tamanan, Banguntapan tenggelam karena terseret gelombang tinggi Pantai Goa Cemara kemarin (5/4).
Bocah bernama Afrisal Ridi Isnawan, 8, berhasil diselamatkan. Adapun Desvitan Refiani Sartika, 6, dan Alvian Wahyu Ade Candra, 4, hingga kemarin petang belum dapat ditemukan Tim SAR. “Mereka satu rombongan,” terang Komandan Tim SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto.
Ali menceritakan, insiden tenggelamnya tiga wisatawan tersebut bermula saat mereka bermain di pinggir pantai. Apesnya, tiba-tiba gelombang tinggi kemudian menyapu dan menyeret mereka ke tengah lautan. “Satu berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi pantai selatan belakangan ini memang tidak bersahabat. Bahkan, saat terjadi insiden tersebut kondisi air laut tengah pasang. Fenomena alam di pantai selatan Bantul saat ini dapat membahayakan wisatawan yang bermain di pinggir pantai.
“Akan kami lakukan penyisiran hingga tengah malam nanti,” tuturnya.Selain di sepanjang pinggir pantai, Tim SAR juga melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan perahu. Tidak hanya itu, Tim SAR juga akan menerjunkan personelnya untuk melakukan penyelaman.”Kami juga menyisir di tebing-tebing pinggir pantai. Siapa tahu tubuh dua korban ini terbawa air ke sana,” tambahnya.
Pencarian ini akan terus dilakukan Tim SAR dalam beberapa hari ke depan. Itu sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Proses pencarian terhadap dua korban ini akan dihentikan sampai batas waktu tertentu.Sejatinya, Tim SAR yang bertugas di sekitar Pantai Samas telah memberikan peringatan kepada wisatawan agar tak mandi di laut. Itu dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya korban seiring tingginya gelombang.”Bahkan di Pantai Goa Cemara telah disiapkan beberapa petugas untuk stand by di beberapa titik,” urai relawan Tim SAR Pantai Samas Tri Juwanto. (zam/din/gp)