BANTUL – Ajang pemilihan putra-putri Bantul kembali digelar. Peserta yang mendaftarkan diri ternyata membeludak. Bahkan, meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu. Tetapi hampir 30 persen para peserta ajang tahunan ini merupakan wajah-wajah lama.
Kasi Promosi dan Bimbingan Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bantul Adikarang Samawi menyebutkan, jumlah peserta yang telah mendaftarkan diri sebanyak 200 orang. Sedangkan tahun lalu jumlah peserta sebanyak 100 orang. “Sangat tinggi animo masyarakat tahun ini. Pesertanya meningkat dua kali lipat,” terang Adikarang di sela seleksi tahap pertama di kantor Disbudpar kemarin (4/5).
Peningkatan jumlah peserta ditengarai karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan panitia, baik melalui jejaring sosial Facebook, maupun Twitter.
Menurutnya, tidak semua peserta berasal dari Bantul. Tidak sedikit peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota di DIJ. Sebab, panitia tidak menerapkan pembatasan bahwa peserta harus putra-putri Bantul. “Yang penting domisilinya di Jogja,” ujarnya.
Adi berkeyakinan ajang pemilihan putra-putri Bantul tahun ini bakal meriah, dan lebih berkelas. Keikutsertaan kembali peserta yang tak lolos pada grand final tahun lalu diyakini bakal menambah kualitas pelaksanaan ajang tahunan ini. “Prosentase peserta lama ada sekitar 30 persen. Sehingga mereka nanti sedikit banyak akan menularkan pengalamannya,” ungkapnya.
Pada tahap pertama ini panitia bakal melakukan penyaringan. Targetnya hanya 50 peserta. Sehingga sebanyak 200 peserta harus berjuang untuk dapat lolos pada penyaringan tahap kedua nanti. “Tahap kedua minggu depan. Pada tahap kedua nanti kami menyaring lagi menjadi 30 peserta,” sebutnnya.
Selanjutnya, pada grand final yang rencananya akan digelar pada 21 Juni mendatang panitia bakal memilih 22 pemenang. Ke-22 pemenang dari 11 kategori yang telah ditetapkan panitia bakal bertugas mempromosikan beragam potensi kekayaan Bumi Projo Tamansari.
“Tentunya ikut membantu mempromosikan dalam berbagai event, khususnya pariwisata,” tambahnya.
Annisa, seorang peserta putra-putri Bantul asal kabupaten Sleman mengaku mengikuti ajang ini di kabupaten Bantul. Sebab, dia tidak dapat mengikuti ajang serupa di Sleman karena terkendala usia. “Baru pertama kali ini ikut. Pengennya untuk mengasah diri saja,” tuturnya.(zam/din/ga)