MUNGKID – Salah satu jaringan narkoba antardaerah berhasil diungkap Kepolisian Resort (Polres) Magelang. Salah satu pengguna narkoba jenis sabu-sabu, Nova Trianto, 26, ditangkap di Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo. Ia kedapatan mengkonsumsi barang haram tersebut.
Pelaku yang merupakan warga Bogeman Wetan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang itu merupakan residivis. Ia kembali menjadi tersangka atas kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. Juru parkir di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang ini harus mendekam di tahanan, akibat kasus yang sama.
Kasat Narkoba, Polres Magelang, AKP Eko Sumbodo menyatakan, penangkapan pelaku melibatkan jaringan narkotika. Pelaku ini pernah terkena kasus serupa beberapa waktu lalu. Ia pernah dihukum 1,5 tahun penjara. “Jaringannya ada di Pekalongan dan Klaten. Kami terus mendalaminya,” tegas Eko, kemarin (4/5).Penangkapan bermula saat tersangka di Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Jumat (2/5) lalu. Tersangka diketahui janjian dengan temannya untuk memakai sabu-sabu bersama.
“Karena tak sabar menunggu, dia (pelaku, Red) pakai duluan,” jelas Eko.Saat asyik menikmati sabu-sabu, pelaku diringkus Satuan Narkoba Polres Magelang. Eko memimpin penangkapan tersebut. Saat digeledah, pelaku memiliki 0,5 sabu-sabu di dalam kantong celananya.
Tak berhenti disitu, polisi terus mengembangkan kasus tersebut dengan melakukan penggeledahan rumah tersangka. Di rumah tersangka, polisi berhasil mengamankan sedikitnya 3 gram sabu-sabu yang dikemas dalam enam bungkus. “Dia kan pemain lama. Kami prediksi punya barang bukti lain. Kami sempat kewalahan, karena sabu disimpan di dalam tempat kaset CD,” katanya.
Usai mengamankan sejumlah barang bukti, polisi melakukan tes urine. Tidak diragukan kembali, usai dites urine hasilnya positif. Kini juru parkir di Pasar Rejowinangun Kota Magelang ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Nova dijerat Pasal 112 UU Narkotika dengan ancaman penjara minimal 4 tahun.Nova mengaku menjadi pecandu sabu-sabu sejak beberapa tahun lalu. Guna memenuhi hasratnya, ia kerap kali menjual barang-barang di rumah. Bahkan pernah pinjam dan patungan sama temannya atau beli dari hasil parkir. “Saya jadi pecandu. Kalau tidak makai badan sakit semua,” akunya.
Sebelum ditangkap, Nova mengaku membeli setengah gram sabu-sabu seharga Rp 600 ribu. Ia mentransfer ke pemasok bernama Widya. Ia mengaku menyesal dan tak tahu cara untuk sembuh. “Ya, pingin sih tidak kecanduan,” katanya.(ady/hes/nn)