WONOSARI – Badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan pendidikan (UNESCO) akan kembali mengunjungi wilayah Gunung Sewu, di dalamnya termasuk Gunungkidul. Tim penilai ahli geopark atau taman bumi tersebut, diagendakan datang lagi pada Juli 2014.
Sebenarnya, akhir 2012 perwakilan UNESCO yakni Guy Martini telah mengunjungi sejumlah usulan lokasi geopark. Tahun ini, Setidaknya ada empat objek yang akan dinilai tim asesor di antaranya, Gunung Api Purba Nglanggeran, Gua Pindul, Pantai Wedi Ombo, Pantai Siung, dan Hutan Turunan.
“Tanggal 4-8 Juli 2014, akan didalami UNESCO. Tim asesor berkunjung ke Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Kami sudah siap semua termasuk masyarakatnya,” kata Sekda Gunungkidul, Budi Martono (4/5).Menurut Budi, empat objek wisata tersebut memiliki keunggulan dan masuk dalam kriteria kawasan geopark. UNESCO bakal menilai banyak hal mulai dari kelembagaan, pengelolaan, dan keterlibatan masyarakat. “Semoga lolos,” kata Budi.
Dijelaskan, Gunung Sewu, termasuk Gunungkidul lolos dalam penilaian maka keuntungan bakal diterima berlipat-lipat. Selain mendapat event promosi gratis tentang wisata dunia, juga bisa meraih dana melalui bank dunia.
“Untuk mendukung program tersebut, kami sudah memperbaiki pintu masuk kabupaten dari arah barat. Pemkab membangun gapura dan ornamen mengenai kawasan karst. Selain itu, juga dibangun etalase mengenai keindahan Gunungkidul di bekas bangunan kecamatan Patuk,” ungkapnya.
Menurut Budi, di Indonesia ada dua daerah yang mengajukan diri ke UNESCO yakni Merangin Jambi. Jika lolos pada September tahun ini bersamaan dengan sidang tahunan UNESCO, bupati akan diundang ke Perancis untuk menerima piagam.
Untuk kepentingan tersebut, Bupati Gunungkidul Badingah, berharap dukungan masyarakat terkait penilaian dari UNESCO. “Jika menang wisata Gunung Sewu akan mendunia,” kata Badingah.Ketua DPRD Gunungkidul Budi Utama menyambut baik usulan kawasan geopark. Asalkan potensi pengembangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat tidak boleh terganjal. (gun/iwa/rv)