JOGJA – Even promosi pariwisata DIJ, Jogja Travel Mart (JTM) 2014 kembali digelar. Pada gelaran kelima kalinya ini, JTM 2014 akan mengusung tema Save Our Heritage untuk mempromosikan wisata heritage yang banyak terdapat di DIJ. Ditargetkan paling tidak JTM 2014 ini bisa mendatangkan 150 buyer dari dalam dan luar negeri.
Menurut Ketua JTM 2014 Edwin Ismedi Himna wisata heritage di DIJ tidak hanya sekadar Candi Borobudur, Prambanan atau Ratu Boko saja. Tetapi karena keterbatasan waktu, dalam JTM 2014 ini hanya ketiga candi tersebut yang akan dikenalkan ke buyer. “Sebenarnya masih banyak, semisal Keraton Jogja atau wilayah Kotagede,” jelasnya kemarin (2/5).
Edwin yang juga merupakan Ketua DPD Association of The Indonesian Tours andTravelAgencies (Asita) DIJ ini lebih mengangkat sisi heritage. Diantaranya dengan menampilkan semua seni dan budaya yang dimiliki DIJ. Dirinya juga meyakini JTM 2014 iakan membawa peluang bisnis yang lebih besar dan dapat meningkatkan kegiatan pariwisata Jogja di pasar internasional.
Edwin menambahkan hingga kemarin (2/5) sudah terdapat beberapa travel agen dari luar negeri yang memastikan hadir. Diantaranya 40 agen dari Thailand, 20 agen dari Singapura, belasan agen rekanan Silk Air. Juga travel agen dari Filipina, Myanmar dan Vietnam. Juga terdapat 50 agen dari Malaysia.
“Yang dari Malaysia juga terbagi dari beebrapa wilayah, seperti Kuala Lumpur, Penang dan Johor Baru yang akan segera membuka penerbangan langsung dari Jogja,” terangnya.
Selain travel agen, gelaran JTM 2014 juga menggandeng berbagai pihak lainnya, termasuk kalangan perhotelan. Perwakilan BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Bonnie Tello mengatakan momen ini akan digunakan perhotelan untuk mempromosikan hotelnya. Bonnie mengaku saat ini banyak hotel, terutama hotel baru, yang belum menyentuh aspek budaya khas Jogja. Dirinya mengingatkan, selain mengembangkan bisnis, perhotelan juga harus ikut mengembangkan budaya.
“Hotel-hotel baru konsepnya minimalis, tidak ada bumbu budaya. Harapan kita, mereka juga bisa menampilkan aspek budaya Jogja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIJ Hero Darmawanta mengungkapkan JTM 2014 ini sebagai bentuk sinergi dinas dengan pelaku industri pariwisata DIJ. Dengan tema yang mengangkat isu budaya, menurut dia, hal itu sesuai dengan yang akan dijalankan dalam UU Kesitimewaan DIJ. “Kebudayaan menjadi salah satu yang utama,” paparnya. (pra/ila)