JOGJA – Seni sudah menjadi panggilan hati bagi seorang pria bernama dr Oei Hong Djien. Pria yang lahir di Magelang, Jawa Tengah, 5 April 1939 ini merupakan seorang kolektor dan kurator seni rupa di Indonesia.
Pria yang akrab disebut OHD sudah tidak diragukan lagi kiprahnya dalam dunia berkesenian Indonesia. Selain dikenal sebagai kolektor lukisan OHD, juga dikenal sebagai pedagang tembakau. Profesinya sebagai dokter pun tak menghalangi kecintaannya terhadap dunia seni. Gelar dokter OHD sendiri diperoleh dari Universitas Indonesia dan spesialisasi dijalani di Pathological Anatomy Institute di Catholic University, Nijmegen, Belanda.
“Mengenal lukisan itu sudah sejak masa kanak-kanak, dimana Ayah dan kerabat-kerabatnya termasuk penikmat lukisan. Dinding rumah dahulu dipenuhi lukisan tua peninggalan Belanda,” kenang OHD.
Meski telah mengenal lukisan semenjak anak-anak, namun minat OHD pada lukisan dimulai saat duduk di bangku perkuliahan. Meski begitu calon dokter itu baru sebatas menikmati lukisan tapi tak kuasa membeli. Koleksi lukisan pertamanya baru benar-benar terbeli pada tahun 1965.
Semenjak itu, OHD jadi memiliki hobi bertandang ke galeri lukisan dan pameran lukisan. Tidak hanya Indonesia, berbagai galeri di luar negeri dia datangi untuk sekadar berburu koleksi. Pemahamannya tentang karya seni, didapatkan saat OHD rutin mengikuti seminar-seminar yang membahas karya seni.
Bahkan di sela-sela kesibukan mengelola usaha jual beli tembakau tetap tidak menyurutkan kegemarannya mengumpulkan lukisan. OHD tetap memiliki gairah untuk melihat langsung pameran atau lelang lukisan dan menyambangi galeri untuk memburu lukisan yang diinginkannya. Untuk karya yang dikoleksi, dirinya tidak mematok hanya pada pelukis ternama. “Lukisan para pemula juga saya suka. Bahkan untuk berburu sampai datang langsung ke para pelukis untuk mendapatkan lukisan berkualitas. Untuk menilai sebuah lukisan itu berkualitas atau tidak, saya dulu berguru pada almarhum Affandi,” kata OHD.
OHD juga tidak membantah kedekatannya dengan para seniman pelukis ini turut andil dalam penilaiannya. Khususnya dalam menilai sebuah karya seni yang layak dan berkualitas. Menurut OHD, kedekatan inilah yang menjadi cikal-bakal keahliannya sebagai seorang kurator atau penilai lukisan.
“Dulu saya pernah berburu lukisan karya Affandi, Sudjojono dan Widayat hingga Rio de Janeiro, Brasil,” ungkapnya.
Ceritanya, ada mantan Duta Besar Brasil yang saat bertugas di Indonesia gemar mengoleksi lukisan seniman ternama Indonesia. Waktu itu memborong 30 lukisan koleksi mantan sang duta besar. Keahlian OHD dalam menilai sebuah karya seni, mampu melambungkan namanya hingga melampaui batas negara dan benua. OHD menceritakan berbagai pengalamannya ketika didaulat menjadi curator atau co-curator dalam berbagai pameran lukisan di mancanegara.
“Kuncinya semua itu kerja keras, dan memiliki kecintaan mendalam dalam dunia seni. Seni itu sudah menjadi bagian dari manusia,” kata OHD. (dwi/ila)