Beragam cara memperingati Hari Pers Internasional yang jatuh setiap 3 Mei. Cara berbeda ditunjukkan para jurnalis di Magelang. Mereka menimba ilmu cara mengelola ritel. Syukur-syukur bisa memulai menggeluti usaha tersebut.
Wartawan harus terus belajar. Selain meng-upgrade wawasan, mereka dituntut mengikuti perkembangan zaman.
Beruntung, Alfamart, perusahaan ritel skala nasional memahami keinginan para wartawan. Mereka menyambut dengan tangan terbuka, keinginan para jurnalis di Magelang. Kali ini, Alfamart menggelar pelatihan wirausaha pada awak media se-wilayah Magelang. Alfamart juga mendorong para jurnalis memulai merintis usaha. Pada pelatihan tersebut, dihadirkan pembicara dari Alfamart. Seperti Deputy Brand Manager Alfamart Anang Sani, Learning Development Alfamart Siti Nur Wulan, dan Cluster Manager Bank Mandiri Magelang Agoes Handoko.
Kegiatan pelatihan merupakan langkah awal. Setelah itu, ke depan seandainya para wartawan benar-benar memiliki usaha tersebut, mereka akan mendapat pembinaan.
Corporate Communication Regional Manager Alfamart, Fathurrahman mengatakan, jurnalis bisa saja ikut dalam dunia usaha.
“Tentu tidak selamanya menjadi jurnalis. Pasti ada juga yang ingin berwirausaha. Dari sini, kami mencoba memfasilitasi dengan pelatihan pengelolaan ritel dan akan diterapkan di seluruh Indonesia,” ungkap Fathurahman, di depan para jurnalis, kemarin (2/5).
Pelatihan yang digelar di Rumah Albi Alfamart Jalan A Yani Magelang tersebut diikuti jurnalis dari berbaga media. Baik media cetak, online, dan elektronik yang bertugas di Magelang dan sekitarnya. Pada pelatihan tersebut, Alfamart siap membantu dari kemitraan hingga proses pembinaan berkelanjutan.
Deputy Brand Manager Alfamart Cabang Klaten Anang Sani menambahkan, Alfamart ingin mengajak para jurnalis memiliki usaha sampingan yang menguntungkan. Salah satunya usaha ritel (dagang). Namun, ia meminta harus dikelola secara modern.
“Langkah ini sekaligus bentuk program CSR Alfamart terhadap masyarakat, terutama pelaku maupun calon pelaku usaha kecil dan menengah,” katanya.
Menurut Anang, pedagang kecil bukan untuk ditindas. Tapi bagaimana caranya mereka bisa berkembang dan maju bersama. Dari situ, pihaknya membuka pintu kerja sama dengan pedagang kecil. Para pedagang dituntut bisa mengikuti kemajuan zaman.
“Ini juga menjadi tugas kami ikut mengangkat mereka. Sehingga mampu menjadi pedagang modern. Intinya, kami ingin berbagi pengalaman di bisnis ritel ini,” katanya.
Sementara itu, Cluster Manager Bank Mandiri Magelang Agoes Handoko mengaku, siap membantu dalam pendanaan. Yang pasti pendanaan diberikan dengan berbagai kemudahan.
“Kami tengah fokus pada pembiayaan sektor menengah ke bawah. Salah satunya pengusaha warung. Kami bisa bantu permodalan hingga Rp 500 juta untuk segmen mid-low dengan bunga rendah dan flat,” jelasnya.(*/hes)
Bentuk Program CSR Alfamart pada Masyarakat