TEMON – Polemik pro dan kontra rencana pembangunan bandara Internasional di Temon terus bergulir. Ada yang menolak, ada juga yang berpihak. Bahkan, sebelumnya telah muncul spanduk-spanduk dukungan terhadap pembangunan megaproyek itu.
Ketika berbicara terkait kelompok yang menolak, sudah pasti warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT). Dalam hal ini, Pemkab Kulonprogo tentu tidak kemudian lepas tangan terhadap mereka yang menolak keberadaan bandara. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mendengarkan aspirasi warganya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo telah mengagendakan pertemuan dengan petinggi WTT. Pertemuan itu sudah pasti terealisasi setelah Jumat pagi (2/5) Hasto bertemu secara informal dengan salah satu petinggi WTT, Sarijo.
“Sudah ada kesepakatan dengan petinggi WTT, kita akan bertemu secara langsung,” kata Hasto di rumah dinas Bupati, kemarin (2/5).
Dalam pembicaran informal tersebut disepakati bupati akan bertemu secara langsung dengan beberapa petinggi WTT. Ia menyebutkan, setidaknya sudah tiga kali ia bertemu dengan warga pesisir untuk membicarakan rencana pembangunan bandara.
Kemudian, dalam kesempatan terpisah Hasto juga menghadiri pertemuan dengan Forum Rembug Warga Transparasi (FRWT) di Kantor Kecamatan Temon pukul 16.30. Dalam pertemuan itu, juga dihadiri Dandim, Kapolres, Ketua DPRD Kulonprogo, dan perwakilan Angkasa Pura.
Dalam pertemuan itu, Hasto berkeinginan bisa bertemu langsung dengan warga baik yang belum berpihak, maupun mereka yang sudah mendukung bandara. Dia sadar jika warga banyak yang keberatan terkait keberadaan bandara.
“Saya memahami, banyak warga yang mengeluhkan bandara. Mereka bingung mau tinggal di mana,” ujarnya.
Warga yang tergabung dalam FRWT mempertanyakan sejauh mana tahapan yang dilakukan dalam menyelesaikan rencana pembangunan bandara. Selain itu beberapa warga lainnya juga menanyakan bagaimana mekanisme ganti rugi lahan terdampak bandara.
Hasto menegaskan kehadiran di forum itu untuk mencari sumber kegelisahan warga yang selama ini mungkin belum mengetahui secara detil bagaimana progress pembangunan bandara. Kemudian, jika beberapa informasi yang dibutuhkan oleh warga berasal dari pihak di luar pemkab, Hasto siap memfasilitasinya.
“Tidak seperti memindah barang. Harus dipahami secara mendalam. Tentu soal ini akan intensif dikoordinasikan dengan beberapa pihak terkait,” kata Hasto.
Tim Persiapan Pembangunan Bandara Baru (P2B2) Gatot Yulianto menuturkan, sejauh ini tahapan rencana pembangunan bandara tinggal menunggu Izin Penetapan Lokasi (IPL) Gubernur DIJ. Namun untuk mendapatkan IPL itu perlu melalui beberapa tahapan misalnya sosialisasi kepada warga. Hal itu yang menjadi pertimbangan IPL segera turun dari gubernur. (fid/iwa)