WONOSARI – Komplek Mapolres Gunungkidul kemarin (2/5) gempar. Anggota ormas Front Jihad Islam (FJI) terlibat adu fisik dengan seorang aktivis Forum Lintas Iman (FLI) berinisial AA karena dianggap sebagai provokator.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian ini bermula ketika massa FJI memasang spanduk penolakan kegiatan keagamaan di samping gedung DPRD Gunungkidul. Kemudian, sejumlah anggota FJI melihat kendaraan hilir mudik seperti tengah melakukan pemantauan. Entah bagaimana ceritanya, terjadi keributan. Merasa tidak aman, kemudian AA meluncur ke mapolres.
Ternyata keributan belum selesai. Rombongan FJI juga mendatangi kantor polisi dan bertemu dengan AA di parkiran. Di tempat itu keributan kembali terjadi. Melihat kejadian tersebut petugas kepolisian langsung berupaya melerai dan difasilitasi untuk mediasi.
Koordinator FJI Jogjakarta Abdurahman mengatakan kecewa dengan sikap AA karena dinilai provokatif. Sebab, dalam media sosial dan media online membuat pernyataan berbau SARA. “Kami akan bawa kasus ini ke jalur hukum. Kami ada bukti tindakan provokatif AA itu,” kata Abdurahman usai melakukan mediasi di kantor SPK Mapolres Gunungkidul.
Sementara itu, AA mengaku mendapatkan intimidasi dari anggota FJI ketika melintas di samping gedung DPRD. Roda empat miliknya rusak bagian depan karena diinjak-injak. Sementara bagian matanya mengalami luka. “Kungkinan saya akan melaporkan kasus ini ke jalur hukum,” kata AA.
Sementara itu Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnain mengaku akan menindaklanjuti kasus tersebut. Langkah awal untuk mencari jalan tengah, sudah dilakukan dengan memediasi kedua belah pihak. Meski mediasi menemui jalan buntu, hingga kemarin sore belum ada satupun yang membuat laporan secara resmi kepada petugas.
Khusus untuk pemasangan spanduk, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemkab. Termasuk melakukan pengkajian lebih lanjut muatan tulisan dalam isi spanduk. Hasil kajian selanjutnya akan dijadikan pertimbangan.
“Kami mengimbau semua pihak menjaga situasi kondusif di Gunungkidul. Jangan mudah terprovokasi,” kata Faried. (gun/iwa)