MUNGKID – Setelah sempat dinaikkan statusnya menjadi waspada, aktivitas Gunung Merapi terjadi penurunan. Setidaknya, dari pantauan yang dilakukan di Pos Pemantauan Ngepos Kecamatan Srumbung, aktivitas Merapi sedikit terjadi penurunan.
Berdasar data kegempaan gunung Merapi, pada 1 Mei dari pukul 00.00-24.00, multiphase terjadi 1 kali, low frekuensi 14 kali, Tektonik 2 kali, Tele 1 kali, Guguran 1 kali. Sementara kemarin (2/5), pemantauan dari pukul 00.00 – 07.00, low frekuensi sebanyak 2 kali, tektonik 1 kali, dan guguran sebanyak 7 kali.
Petugas di Pos Pengamatan Ngepos Kecamatan Srumbung, Heru Suparwoko mengatakan, data sementara kegempaan mengalami penurunan. Untuk tren Merapi seperti apa, pihaknya belum bisa memprediksi.
“Kita lihat saja apa yang terjadi. Karena, pascaerupsi tahun 2010, Gunung Merapi sulit diprediksi,” ungkap Heru, kemarin (2/4).
Ia mengimbau warga tetap tenang menyikapi meningkatnya status Merapi. Namun, warga diminta meningkakan kewaspadaan.(ady/hes)
Gunung Merapi Sulit Diprediksi