JOGJA – Setiap hotel dituntut memiliki kemampuan untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran. Sebagai prosedur standar hotel yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, Grand Aston Jogjakarta menyelenggarakan simulasi penanganan kebakaran Rabu (30/4) lalu.
Menurut Chief Engineering Grand Aston Jogja Haidori dalam penanganan kebakaran, pihaknya melibatkan seluruh unsur karyawan. Meskipun saat ini Grand Aston sudah memiliki tim fire brigade yang akan siaga 24 jam untuk penyelamatan tamu hotel.
“Tim terdiri dari engineering dibantu security. Juga di tiap lantai terdapat pengawas lapangan,” ujarnya disela simulasi penanganan kebakaran di Grand Aston Jogja.
Haidori menjelaskan begitu mendapatkan alarm tanda terjadi kebakaran, anngota tim fire brigade akan mendeteksi penyebab kebakaran dan melaporkan ke operator. Jika tidak bisa, pihak hotel akan mengontak ke dinas pemadam kebakaran. Tetapi pihaknya juga akan berupaya memadamkan api, sebelum membesar. “Kami sudah memiliki kontak, dalam hal ini Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jogja,” tuturnya.
Kegiatan ini, jelasnya, untuk memastikan bahwa alat pemadam kebakaran dapat berjalan dengan baik dan prosedur penyelamatan berjalan lancar. Grand Aston Jogjakarta sendiri juga sudah memiliki peralatan penanganan kebakaran standar internasional. Simulasi dilaksanakan agar karyawan sigap dan tahu apa yang harus dilakukan. Sehingga dapat mengamankan para tamu ketika terjadi bencana kebakaran. Juga tahu cara penggunaan alat-alat pemadaman secara baik.
“Selain itu, pihak Grand Aston Jogja juga berharap adanya pelatihan rutin ini masyarakat mengetahui hotel di Jalan Urip Sumoharjo ini sangat peduli dengan prosedur penyelamatan,” ungkapnya. (pra/ila)