MUNGKID – Kecelakaan maut terjadi di depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Muntilan. Kali ini korbannya, seorang ibu dan anak yang tewas seketika, terlindas ban belakang truk. Diduga, pengendara sepeda motor Suzuki Nex yang belum ada nomor kendaraannya ini tengah mencoba motor baru alias reyen.
Peristiwa naas bermula saat seorang perempuan bernama Daryati, 36 memboncengkan dua anak-anak. Yakni, Rasya, 7, dan putranya yang masih balita bernama Vicky. Daryati dan anaknya berboncengan. Mereka melaju dari arah simpang empat Sayangan.
Saat depan kantor PMI Kecamatan Muntilan, diperkirakan sepeda motor tersenggol truk berwarna merah tanpa muatan. Truk bernomor polisi AA 1623 NB dikemudikan Hendro Suseno, 60, warga Dusun Sikepan, Desa Bringin, Kecamatan Srumbung. Kedua kendaraan melaju dari arah yang sama. Setelah tersenggol bak truk, sepeda motor oleng ke kanan dan kepala korban terlindas ban belakang truk.
Saat kecelakaan terjadi, si balita selamat dalam kecelakaan maut itu. Sementara sang ibu dan Rasya meninggal di lokasi kejadian.
Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika mengatakan, pihaknya langsung menghentikan truk tersebut. Sopir dan juga sepeda motor korban langsung dibawa ke Mapolsek Muntilan yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami sudah meminta keterangan dari sopir truk dan melakukan pemeriksaan apakah ada unsur kelalaian saat mengemudi. Surat-surat juga sudah kami amankan. Sementara korban saat kejadian tidak membawa identitas, baik KTP dan SIM,” jelas Gede.
Sementara itu, Sopir truk, Endro Suseno mengaku berjalan pelan saat kejadian. Pria berusia 60 tahun itu mengaku tidak melihat arah sepeda motor korban.
“Saya berjalan pelan dan lurus. Tapi saya tidak tahu ada musibah ini,” akunya.
Kerabat korban Wiwin mengaku, kaget mengetahui korban kecelakaan maut itu adalah Daryati dan anaknya. Warga Dusun Tambakan, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan ini tidak mengira tetangga dan kerabatnya meninggal dunia dengan cepat.
“Saya tidak tahu, korban mau pergi ke mana dengan dua putranya. Mungkin mau reyen motor, karena habis beli secara kredit dua bulan lalu,” katanya.(ady/hes)
as,�Pib��H`�p>
Data kepolisian, sejak Januari hingga April 2014, di Kota Magelang tercatat 38 kasus kecelakaan. Tiga korban di antaranya meninggal dunia. Karena itu, upaya penekanan pelanggaran ini diharapkan bisa menurunkan kasus kecelakaan lalu lintas.(dem/hes)