Sebrat menjadi satu-satunya kepala desa wanita di antara 14 orang yang dilantik oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Rabu (30/4) lalu.
Ini kali ke dua isteri Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah- DIJ Bambang Teddy dilantik menjadi kepala Desa Balecatur.
Saat mengobrol dengan Radar Jogja, Sebrat mengaku masih ada kebijakan yang belum terlaksana maksimal di Balecatur. Bahkan, ibu berkerudung itu mengaku belum berhasil. Yakni membangun generasi muda. “Masih ada kenakalan remaja dan pemuda yang mabuk-mabukan,” beber Sebrat.
Dia mengklaim, di Balecatur tidak ada penjual minuman keras. Itu tak lepas peran suaminya yang getol memerangi minuman beralkohol di wilayahnya. Sebrat meyakini, penyuka alkohol memperoleh minuman keras dari luar Balecatur. “Saya akan menekan angka kenakalan remaja selama enam tahun kedepan,” ujarnya.
Itu yang melandasi Sebrat bertekad tidak akan mengutamakan pembangunan fisik selama menjadi orang nonor satu di desa yang berbatasan dengan Sedayu, Bantul dan Kulonprogo. Tapi pembangunan akhlak masyarakat. Khususnya kalangan anak muda. “Ujudnya pembinaan,” jelasnya.
Itu menjadi kiat Sebrat memakmurkan warganya.
Dia juga memberdayakan kegiatan ekonomi kreatif. Baik menggunakan APBD, APBN, APBDes atau sponsor swasta. Sebrat juga punya kiat menjaga kondusivitas keamanan wilayah.
Caranya, merangkul masyarakat pada semua golongan. Sebrat tak ingin membeda-bedakan, siapa pemilihnya dan siapa saja yang tak mendukungnya saat pemilihan kepala desa. “Semua saya rangkul dalam wadah silaturahim. Saya gelar tasyakuran untuk mengumpulkan semua warga,” tuturnya.
Beberapa waktu lalu, lingkungan Balecatur sempat digemparkan adanya teror bom molotov. Di bawah kendali Sebrat, dia meyakini hal itu tidak akan terulang. “Sekarang sudah aman dan kondusif,” katanya.
Sebrat juga menjamin pelaksanaan pilpres, Balecatur tetap aman.(*/din)