SLEMAN – Memperingati International Worker’s Day atau May Day 1 Mei kemarin di Sheraton Mustika Jogjakarta Resort and Spa diadakan kegiatan spesial. Ragam kegiatannya tidaklah melakukan unjuk rasa seperti yang lazim dilakukan tiap May Day. Namun lebih ke aksi yang dapat menyalurkan empati dan simpati terhadap seluruh karyawan.
Public Relations Executive Khairul Anwar mengatakan kegiatan ini sebagai wujud penghormatan, penghargaan, pengakuan akan keberadaan dan pengayoman terhadap seluruh karyawan. Pada aksi May Day, jajaran Executive Committee dan Department Head memasakkan seluruh anak buahnya yang berjumlah lebih dari 300 orang. Tak hanya itu, mereka juga melayani, menyajikan serta membersihkan areal kantin pada saat jamuan makan siang.
“Tak berhenti disana, para jajaran tertinggi dari piramida manajerial Sheraton Mustika Jogjakarta pun melakukan aksi yang dapat dikatakan sebagai solidaritas dan pengembangan diri,” ungkapnya kemarin (1/5).
Para Executive Committee dan Department Head saling bertukar peran kerja pada satu shift penuh. Sebagai contoh, Director of Finance Ansori Ramli yang bertukar peran dengan Executive Chef Paulus Andi. Hal ini dilakukan dengan poin, satu sama lain dapat mengenal berat-ringannya pekerjaan masing-masing departemen. Sehingga tidak akan timbul yang namanya kesenjangan dalam bertugas dan ambil peran pada sebuah manajemen. “Pengembangan diri ini lalu diterapkan oleh Personalia dalam program yang dinamakan cross-training,” ungkapnya.
Tahun ini, May Day di Sheraton Mustika diperingati dengan jargon Borderless Appreciations. General Manager Muhamad Munir berharap agar keselarasan dalam bekerja akan selalu tercipta di lingkungan masing-masing. Sehingga pelayanan terhadap tamu juga akan semakin maksimal secara utuh. “Komunikasi yang dirawat dan dilancarkan dengan meminimalisasi birokrasi yang membosankan akan menjadi pokok utama. Sedang pemberian penghargaan ditujukan untuk mencapai slogan rewarding the best, inspiring the rest,” ungkapnya. (ila)