WONOSARI – Nota keberatan hasil rekapitulasi penghitungan suara caleg Demokrat Suhardono kepada penyelenggara pemilu Gunungkidul menemui jalan buntu. Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan agenda menindaklanjuti rekomendasi Panwaslu Gunungkidul untuk membuka formulir plano di tempat pemungutan suara (TPS) ditentang sejumlah saksi parpol.
Sebelumnya, penghitungan suara di TPS 16 dan TPS 24, Desa Candirejo, Semanu ini dilatarbelakangi konflik dua caleg Demokrat yakni, Suhardono dan Supriyani Astuti. Saat penghitungan suara, Suhardono mencurigai suaranya masuk ke Supriyani Astuti.
Guna menyelesaikan persoalan tersebut, penyelenggara pemilu menggelar agenda membuka formulir plano. Namun acara tersebut berlangsung alot. Sebab, sejumlah saksi menilai persoalan dugaan pergeseran suara caleg bukan lagi kewenangan KPUD karena sebelumnya sudah dilakukan rekapitulasi tingkat kabupaten. Persoalan tersebut seharusnya menjadi domain mahkamah konstitusi (MK).
“Apa dasar KPUD Gunungkidul hendak melakukan hal itu (membuka plano)? Kemarin kan sudah rekapitulasi, seluruh komisioner KPUD, panwaslu dan saksi seluruh parpol juga sudah menandatangani. Kalau ada persoalan seperti ini, mestinya bukan ranahnya KPUD lagi,” kata saksi dari Gerindra, Purwanto.
Hasilnya, penyelenggara pemilu terpaksa menskors waktu sekitar 10 menit karena protes dari saksi parpol makin banyak. Ketua KPUD Gunungkidul M. Zainuri Iksan berkonsultasi dengan KPU provinsi. Kesimpulanya, seluruh saksi dan komisioner KPUD sepakat mencari jalan tengah. “Disepakati, persoalan dugaan pergeseran perolehan suara ini diserahkan ke MK,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Gunungkidul Djunendro tidak tinggal diam terkait polemik yang menerpa internal parpolnya. Untuk itu dalam waktu dekat dia akan memanggil pihak bersengketa untuk mencari jalan keluar. “Jika masih bisa diselesaikan secara internal partai, kami akan selesaikan,” kata Junendro.
Sebelumnya, kubu caleg Demokrat, Suhardono melaporkan dugaan kesalahan petugas dalam memasukkan data pemungutan suara di TPS 16 dan 24 Desa Candirejo, Semanu. Akibat kesalahan tersebut, suara milik Suhardono sebanyak 31 suara diduga beralih ke Supriyani Astuti. (gun/iwa)