PADA rancangan terbarunya, perancang Jogja ini menerjemahkan Veracious yang menjadi salah satu tema tren fesyen (trend forcasting) 2015. Veracious mencoba untuk lebih mendekatkan diri pada alam sehingga ada keselarasan hidup dengan alam.
Menurut Ratri orang-orangan sawah merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat petani dalam menyelaraskan diri dengan alam. “Khususnya dalam menjaga tanamannya agar terbebas dari gangguan burung,” ujar salah satu anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ ini.
Orang-oranngan sawah menjadi simbol kepedulian lingkungan karena dianggap mampu menjaga ekosistem lingkungan. Hal itu pula menginspirasi dirinya dalam tema rancangan terbarunya yang berjudul Scarecrow Renaissance.
Pada rancangannya ini, Ratri menggunakan bahan batik Bantul dengan motif Tirto Tejo. Motif ini berciri geometris selaras dengan salah satu ciri khas tema Veracious yakni motifnya yang geometris. Motif Tirto Tejo mempunyai makna simbolis yang dalam, dibuat sebagai gambaran kebutuhan petani terhadap air agar hasil panennya bagus.
Bahan tradisional ini kemudian dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti wool dan tenun sehingga memberi kesan hangat. Perpaduan ini menguatkan rancangannya yang tampil urban dengan cutting loose. Memberi kesan dinamis, Ratri menggunakan detail aksen fluffy serta unfinished. Seperti padu padan busana berpotongan kemben berpadu outer berupa coat panjang tanpa lengan dan celana pipa sebagai bawahan.
Selain itu, untuk menguatkan karakter scarecrow, dirinya menambahkan penutup kepala serta penutup mata yang dikenakan para model saat memperagakannya di catwalk. Pilihan warna-warna gelap seperti hitam dan abu-abu memberikan kesan tegas, garang dan keteguhan. Sedangkan kombinasi warna lainnya seperti putih tulang dan warna pastel biru dan merah memberikan kesan dinamis.
“Dari desain ini saya mengajak agar kita bisa kembali hidup selaras dan bersinergi dengan alam,” ujar Ratri. (dya/ila)