JOGJA– Search And Rescue (SAR) DIJ menggelar pendidikan dasar (Diksar) bagi relawan. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (4/5) mendatang ini diikuti 32 relawan dari berbagai daerah. Mereka disaring dari 58 pendaftar.
“Kepada mereka diberikan materi tentang pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan maupun bencana alam,” kata ungkap Ketua Panitia Diksar SAR DIY Debil Pratomo kemarin (1/5). Materi tersebut diberikan di Kantor SAR DIJ Jalan Zeni Tentara Pelajar No 1A, Pingit.
Sebelum ini peserta diharuskan mengikuti tes fisik di PPLP Jogjakarta. Sedangkan materi yang diberikan selama diksar antara lain meliputi organisasi SAR, manajemen perjalanan, ilmu medan peta kompas (IMPK), komunikasi, jungle survival, pertolongan pertama dan gawat darurat (PPGD), water rescue, dan pengenalan simpul-tali.
Pada hari ketiga dan keempat para relawan ini akan mengikuti materi lapangan. Rencananya, materi lapangan ini akan digelar di kawasan Bukit Turgo, Tritis, Pakem, Sleman.
Ketua Harian SAR DIJ Ferry Ardyanto, menyatakan Diksar ini tidak terkait dengan kebijakan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) menaikkan status Merapi dari aktif normal ke waspada pada Rabu (30/5). “Kami berharap mereka akan menjadi kekuatan tambahan dalam penanganan bencana,”tegasnya.(mar/din)