Hampir semua pejabat pemerintah melakukan blusukan ke kampung-kampung untuk melihat langsung warganya. Hal sama dilakukan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, yang mulai rajin melakukan blusukan.
Kegiatan mengunjungi kampung dilakukan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito. Kegiatan blusukan tersebut, dinamai “Mlaku-mlaku Tilik Kampung. ”
Tidak sendirian, blusukan yang dilakukan Sigit tidak sendirian. Kali ini, ia bersama wakilnya, yaitu Joko Prasetyo saat mendatangi Kelurahan Kemirirejo. Rencananya, kegiatan ini bakal menjadi rutinitas wali kota untuk melihat langsung kondisi setiap kampung di wilayah tempat kerjanya. Tak hanya mengecek langsung setiap sudut kampung, ia juga menyerap aspirasi warga setempat.
“Saya ingin fokus soal kebersihan lingkungan. Selain itu, ingin menyemangati para warga untuk membangun kampung organik di tempat tinggal masing-masing,” tegas wali kota, kemarin (1/5).
Menurut Sigit, Kelurahan Kemirirejo, khususnya di RW 8 terkenal dengan budidaya kampung organik. Sejumlah tanaman seperti terong, cabe, tomat, serta beberapa sayur lainnya terlihat berjejer ditanam di polibag atau pot di sepanjang gang wilayah ini. Selain pot plastik, warga juga memanfaatkan kaleng bekas minuman mineral untuk tempat tanaman itu.
Sigit mengemukakan, selama ini RW 8 di Kelurahan Kemirirejo hanya bisa dilihat dari jalan raya. Namun, di dalamnya memiliki budidaya kampung organik yang tertata dan terencana dengan baik. Warga setempat memanfaatkan lahan kosong miliknya.
Di sini, para pegiat kampung organik mendirikan pusat pembibitan tanaman dan bank sampah.
“Kampung organik tidak kalah dengan kampung organik yang ada di Kota Surabaya. Ini luar biasa sekali, khususnya kesadaran para warga untuk bekerja sama serta nyengkuyung pemerintah di bidang kebersihan dan pengelolaan lingkungan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kampung organik merupakan salah satu syarat mendapat penghargaan Adipura Kencana. Sudah sejak lama, pemkot ingin meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan. Sigit optimistis, jika kampung organik menyebar dan terkelola baik di seluruh kelurahan yang ada di Kota Magelang, penghargaan bisa diraih oleh Kota Sejuta Bunga ini.
“Kampung organik bukan semata-mata sebagai syarat meraih Adipura Kencana. Yang paling utama, untuk menyeimbangkan lingkungan dan juga sisi manfaat dan nilai ekonominya,” katanya.
Sigit dan jajarannya berjalan kaki menyusuri beberapa jalan kampung. Kegiatan ini berakhir di balai kelurahan setempat dan dilanjutkan sarasehan. Wali kota juga menyerahkan hadiah lomba kampung organik antarkelurahan, di mana yang meraih juara satu adalah Kampung Organik Kantil Berseri RW 8 Kelurahan Kemirirejo dan mendapat uang pembinaan Rp 10 juta.
Untuk juara kedua diraih Kampung Organik Sapto Datu RW 7 Kelurahan Jurangombo Utara dan mendapat uang pembinaan Rp 7,5 juta. Sedangkan juara ketiga diraih Kampung Organik Kartini RW 7 Kelurahan Wates dan mendapat uang pembinaan Rp 5 juta.(*/hes)