JOGJA-Hati para pemain PSIM Jogja dipastikan tak gerundel jelang lawatan mereka ke Madiun menghadapi Madiun Putra FC (MPFC) di Stadion Willis Sabtu (3/5). Setelah ditunggu, Ketua Umum (Ketum) PSIM Jogja Haryadi Suyuti menepati janjinya membayarkan bonus usai PSIM meraih poin di markas PSS Sleman.
Adapun tanggungan PSIM pada para pemain bukan hanya bonus seri tandang lawan PSS. Ya, bonus kemenangan kandang kontra PSBI Blitar serta uang tanding kontra PSS juga seret. Jika ditotal, dana yang harus digelontorkan PSIM demi membayar tiga item tersebut mencapai Rp 46,5 juta.
Saat ditemui di Wisma Soeratin Sosrosoegondo kemarin, Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto mengatakan HS baru memberikan dana sebesar itu kemarin siang. Setelah menerima uang dari HS, manajemen pun langsung menunaikan kewajiban mereka pada Topas Pamungkas cs.”Ya, kami telah membayar tunai utang yang mencapai Rp 46,5 juta,” terangnya.
Kapten PSIM Topas Pamungkas mengaku gembira. Sebab, dengan dilunasinya bonus serta uang pertandingan, para pemain dipastikan tak memiliki beban di Madiun. “Kami sudah plong dan siap membawa pulang poin dari Madiun,” sergahnya.
Direktur Operasional PT PIM Jarot Sri Kastawa menyatakan para pemain bertolak ke Kota Brem-julukan Kota Madiun- pagi Ini. Dengan alasan efisiensi kereta api dipilih sebagai alat transportasi.
Sayangnya, keberangkatan PSIM ke Madiun serta dilunasinya bonus bukan pertanda Laskar Mataram sudah bebas dari krisis finansial. Kata Jarot, dana yang tersedia di PSIM saat ini hanya cukup untuk menjalani satu laga di Madiun kontra MPFC. Dengan kata lain, manajemen belum bisa menjami apakah PSIM bisa melakoni laga lawan Perseman atau tidak.”Laga lawan Perseman masih kami upayakan. Intin ya komitmen kami jangan sampai PSIM mandeg di tengah jalan,” serunya.
Yang jelas, jika dalam waktu dekat manajemen sudah bisa mendapatkan dana, PSIM menetap di Madiun hingga pertandingan menghadapi Perseman. “Namun jika sampai pada pertandingan lawan MPFC kami belum dapat uang mungkin pulang dulu ke Jogja,” imbuhnya.
Pelatih Seto Nurdiyantara sudah mengumumkan 18 penggawa yang dibawa ke Madiun. Dalam daftar yang dirilisnya, tidak ada nama Danny Wahyu dan Eko Budi Santoso. Dua pemain inti tersebut masih mengalami cedera.
Bahkan kata Seto kemungkinan Danny baru bisa dimainkan pada putaran kedua. Ia mengakui kalau cedera lutut pemain binaan PS HW (sekarang HW-UMY, Red) ini cukup parah.”Kemungkinan Danny baru saya mainkan pada putaran kedua. Dia masih mengeluh kesakitan di lututnya,” ucap Seto. (nes/din)