Pengumuman hasil ujian nasional (unas) tingkat SMA tinggal menghitung hari. Banyak cara dilakukan pelajar menunggu hasil. Seperti dilakoni pelajar SMA Taman Madya IP (Ibu Pawiyatan) Jogjakarta. Detik-detik bersejarah gantung baju abu-abu putih tersebut dilalui dengan cara berpetualang ke Gunungkidul.

GUNAWAN, Patuk
Suasana Balai Pedukuhan Kampung Emas Plumbungan, Putat, Patuk, kemarin pagi (1/5) dipenuhi anak baru gede (ABG). Ramai dan meriah. Keramaian dan suasana meriah ini dipicu kedatangan rombongan konvoi motor. Layaknya remaja pada umumnya, mereka bercanda.
Namun, candaan masih terkontrol. Sebab siswa siswi ini memiliki agenda khusus. Refresing ke desa, bersahabat dengan alam dan belajar mengagumi ciptaan Tuhan. Salah satu panitia rombongan, Akis Darmaputra mengatakan kebanyakan peserta didominasi pelajar kelas 12.
“Kami bawa ke Kampung Emas supaya lebih dekat dengan alam. Sebentar lagi kan hasil unas diumumkan. Refresing dengan cara dan tempat yang nyaman ya di sini,” kata Akis Darmaputra.
Dikatakan, SMA Taman Madya IP memiliki dana khusus untuk bermain bersama. Artinya, biaya selama kegiatan bebannya sudah tidak lagi dirasakan langsung wali murid. Peserta tinggal menyiapkan fisik dan mental untuk berpetualang. “Selain itu, para pelajar juga dibimbing untuk pengenalan lingkungan suasana desa. Supaya tahu sopan santun,” ujarnya.
Akis Darmaputra juga ingin, kedatangan rombongan juga berdampak baik kepada masyarakat setempat. Beberapa tahun terakhir wilayah Jogjakarta paling timur ini kunjungan wisata mengalami peningkatan pesat. “Masyarakat tidak boleh menjadi penonton,” kata Akis.
Salah seorang peserta, Angga Patfiyanto, 17, mengaku senang berpetualang. Meski ke Gunungkidul bukan pertama kalinya, pengalaman kali ini sangat berkesan. Menurut dia, ketimbang hanya dag dig dug menunggu hasil unas, lebih baik beraktivitas secara positif.
Pokok-e happy saja. Kami banyak mendapat pengalaman di sini, banyak sahabat juga,” ucapnya.
Masih menurut Angga, bersama pemandu diajak berpetualang susur kampung. Mulai dari belajar memainkan alat musik tradisional (gamelan), hingga bercengkerama dengan petani, dan menjajal tracking ekstrem susur gua. “Kami belajar mengagumi ciptaan Tuhan. Makanan yang disuguhkan juga enak pol,” ujarnya.
Setelah puas menikmati Kampung Emas, rombongan kemudian diantar pemandu menuju Embung Nglanggeran. Ketua Karangtaruna Plumbungan Wahyudi mengucapkan terimakasih kepada rombongan karena sudah mengunjungi kampung halamannya. “Kami berharap kampung halaman kami juga menjadi kampung halaman bagi semua,” kata Yudi. (*/iwa/rg)