BANTUL – Sebagai warga negara Bupati Bantul Sri Surya Widati juga turut menggunakan hak politiknya pada pemilihan legilsatif (pileg) kemarin (9/4). Orang nomor satu di Bumi Projo Tamansari ini mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) 15 Dusun Nogosari, Trirenggo.
Ida, sapaan akrabnya tak sendirian. Sekitar pukul 08.45 dia tiba di TPS bersama suaminya, Idham Samawi, kedua anaknya; Intan Titisari, dan Adikarang Samawi, serta menantunya yang bernama Heru.
Usai mencoblos Ida mengatakan, ada perbedaan tata cara pelaksanaan pencoblosan Pemilu 2009 dengan Pemilu 2014. Pemilu 2009 penyaluran suara dilakukan dengan cara mencontreng. Selain itu, setiap surat suara juga disertai gambar calon legislatif (caleg).”Sekarang mencoblos. Yang ada fotonya sekarang cuma surat DPD. Lainnya nggak ada,” terang Ida.
Meski begitu, Ida mengaku tak kesulitan saat menyalurkan hak pilihnya. Pada Pemilu 2014, ida berharap pelaksanaannya berjalan dengan lancar. Dia juga meminta agar seluruh penyelenggara pemilu bersikap tegas ketika ada berbagai bentuk pelanggaran.
“Tentunya juga bersikap jujur saat menjalankan tugas,” ujarnya.
Usai mencoblos Ida mengaku tidak melakukan pemantauan pelaksanaan pemilu di berbagai daerah. Dia hanya berada di rumah dinas untuk memantau penghitungan suara sementara melalui quick count.
“Dan mudah-mudahan juga tidak praktik-praktik curang seperti money politics. Karena hal itu justru akan memperburuk citra bangsa,” harapnya.
Sebab, pelaksanaan pemilu merupakan momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) TPS Nogosari Soekarno menuturkan, TPS mulai dibuka pukul 07.00. Kemudian proses pencoblosan berakhir pada pukul 13.00. “TPS dibuka kemudian kami melakukan pengecekan kesiapan berbagai barang logistik. Dan para petugas KPPS juga disumpah agar tidak memihak kepada salah satu parpol manapun,” tambahnya.(zam/din)