BANTUL-Selangkah lagi kubu Persiba Bantul sudah menyelesaikan administrasi pertandingan kandang usiran menghadapi Putra Samarinda (Pusam) di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Besok (13/9).
Ya, pihak panpel mengklaim sudah menjalin kesepakatan lisan dengan pihak AAU untuk menjalani pertandingan di sana.
Hal ini diungkapkan Ketua Panpel Persiba Kandiawan. Dihubungi kemarin Kepala Satpol PP Kabupaten Bantul tersebut mengungkapkan pihak AAU sudah tidak mempermasalahkan dengan rencana penggunaan Sasana Krida untuk laga antara Laskar Sultan Agung kontra Pesut Mahakam.
Tapi, kata Kandiawan ada satu hal yang belum diselesaikan panpel, yakni izin dari pihak kepolisian. Ia mengungkapkan, proses perizinan dari polisi agak panjang sebab Stadion Sasana Krida masuk dalam jurisdiksi Polres Sleman.
“Karena AAU ini masuk jurisdiksi Sleman pengurusan izin tentunya agak panjang. Tapi saya yakin besok (hari ini, Red) kepolisian bisa menerbitkan izin pertandingan,” terangnya.
Stadion Sasana Krida AAU adalah satu-satunya tempat yang memungkinkan menggelar pertandingan Persiba v Pusam. Sejatinya Panpel sempat memiliki rencana menggelar laga ini di luar DIJ. Tapi karena waktu mepet pemindahan pertandingan ke luar kota tidak bisa menjadi opsi.
“Kalau di luar kota tentu bakal lebih ribet karena pengurusan izin lebih sulit. Padahal waktunya sudah sangat sempit,” imbuhnya.
Menyoal restu dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia (PT LI), Kandiawan mengaku sudah menyurati Jakarta. Hanya saja, dia mengakui kalau PT LI sama sekali belum memberikan respond.
Tapi, pernyataan Kandiawan soal pengiriman surat ke PT LI dibantah Head of Competition PT LI Darwis Satmoko. Kata Darwis sampai sekarang sama sekarang pihaknya masih menunggu surat yang dikirimkan kubu Persiba.
Namun, Darwis mengaku, PT LI sudah menerima permohonan lisan dari Laskar Sultan Agung. Kata Darwis, Persiba sudah menjelaskan kalau faktor keamanan menjadi penyebab utama pemindahan pertandingan ke Stadion Sasana Krida.
“Sampai sekarang kami masih menunggu surat dari mereka (Persiba). Sampai sekarang suratnya belum ada. Tapi kalau secara lisan mereka sudah menjelaskan alasan memindahkan pertandingan ke AAU,” jelasnya.
Meskipun masih menunggu surat resmi pada prinsipnya PT LI tidak masalah dengan pemindahan laga ke Stadion Sasana Krida. Sebab, PT LI tentunya akan mengkuti apa yang direkomendasikan pihak kepolisian.
“Jika kepolisian tak mengizinkan pertandingan di SSA ya kami tinggal ikut saja. Lagipula bukan masalah juga jika laga dilaksanakan tanpa penonton di AAU karena stadion di sana cukup layak,” paparnya.
Pelatih Persiba Sajuri Said sedikit menyayangkan klub besutannya tak dapat didukung suporter dalam laga kandang menghadapi Pusam. Celakanya, jika setelah laga menghadapi Pusam Paserbumi dan CNF tak jua berdamai, pertandingan Minggu (16/3) melawan Mitra Kukar juga akan dilaksanakan di Stadion Sasana Krida.
Yang jelas, Sajuri dirinya sudah mempersiapkan anak asuhnya untuk berlaga di AAU. Kemarin, Wahyu Tri Nugroho (WTN) dkk melakukan latihan di Stadion Sasana Krida guna beradaptasi dengan karakter rumput di sana. (nes/din)