ADA beberapa jenis beladiri yang berkembang di tengah masyarakat dengan teknik, jurus serta peraturan pertandingan yang berbeda-beda. Ada banyak jenis beladiri mulai dari karate, taekwondo, kung fu, tinju, aikido, kempo dan lain sebagainya. Salah satunya muay thai yang menjadi salah satu seni beladiri yang kehadirannya sempat menghadirkan euforia tersendiri.
Seni beladiri asal Thailand ini mulai booming di Indonesia pada tahun 2005. Namun jauh sebelum itu, di Jogja sendiri muay thai sudah mulai diperkenalkan sejak tahun 1997. Karena kepraktisannya, karena tidak banyak jurus serta teknik dan aturan yang tidak rumit, mereka yang tertarik pada muay thai pun berkumpul dan berlatih bersama.
“Tahun 1997 ada orang Thailand yang datang ke Jogja dan mengajarkan ilmu serta teknik beladiri ini. Karena praktis banyak yang tertarik dan bergabung,” ujar Head Trainer Nata Putra Muaythai Camp Fuad Andreago saat ditemui Radar Jogja disela-sela berlatih, Selasa (4/3) lalu.
Fuad menuturkan dari angkatan pertama itulah kemudian beberapa membuat sasana sendiri, salah satunya Nata Putra Muaythai Camp pada tahun 2009. Dari anggota yang awalnya hanya 10 orang, kini ada sekitar 150-an anggota. Mereka aktif setiap harinya berlatih bersama di sasana yang berada di Jalan RE Martadinata No 144, Jogjakarta ini. Meskipun masuk dalam seni beladiri keras, namun rupanya muay thai tidak hanya menarik perhatian kaum pria, namun juga anak-anak dan perempuan.
Dalam perkembangannya, mereka yang ikut berlatih terbagi menjadi tiga kategori. Pertama mereka yang ingin menjadi petarung, kedua mereka yang memang ingin berlatih teratur sebagai beladiri. Serta mereka yang hanya ingin olahraganya untuk cardio.
“Sekitar 30 persen anggota adalah perempuan, meski ada beberapa yang memang ingin berlatih untuk beladiri tapi banyak juga yang berlatih untuk cardio,” ujar trainer yang awalnya menggeluti seni beladiri pencak silat ini.
Menurutnya, kepraktisan beladiri ini tidak hanya pada peraturan pertandingan saja. Namun secara teknik juga mudah diaplikasikan. Dijelaskan awal masuk akan dilatih langkah, maju mundur, kiri, kanan. Kemudian dilatih aplikasi cara memukul dan menendang yang benar. “Latihan tidak disebar di seluruh ruangan dan pelatihnya hanya berdiri di depan, namun pelatih akan mendampingi langsung,” ungkapnya.
Tidak hanya berlatih pola tangan, gerakan kaki, siku dan lutut saja tapi juga aplikasinya dengan pola latihan pendampingan. Juga dengan pola partner maupun sparing. Sehingga dari situ akan ketahuan siapa yang ingin jadi petarung. Serta mereka yang hanya ingin sekadar berlatih atau menganggapnya sebagai olahraga.
“Dengan pola aplikasi, nanti lama kelamaan mereka bisa merasakan sendiri dan adaptasi dengan lawan siapapun di kondisi apapun, otomatis akan refleks,” papar Fuad.
Selain untuk beladiri dan pembentukan badan yang ideal dan kebugaran, muay thai juga dapat menambah kepercayaan diri serta melatih kedisiplinan. Memacu ketertarikan masyarakat, Nata Putra Muaythai Camp sebelumnya sempat secara rutin mengadakan latihan terbuka. Namun belakangan, karena disibukan dengan agenda pertandingan dan persiapan mengikuti Sea Games sasana ini fokus mempersiapkan itu.
“Kita sedang fokus mempersiapkan atlet dulu, tapi kalau ada yang tertarik langsung saja datang dan mendaftar. Karena kita juga batasi untuk kenyamanan berlatih,” ujar Fuad.
Nata Putra Muaythai Camp memiliki beberapa program latihan yang dapat dipilih sesuai dengan target yang diinginkan. Dengan konsep camp, sasana ini dilengkapi fasilitas ring standar internasional. Juga terdapat heavy bag, kicking and punching pad, shin guard, dan gloves yang dapat mengoptimalkan proses latihan. (dya/ila)