BATIK: Tim Astutik UNY memegang tropi dan piagam penghargaan MYT di Jakarta (13/1).
SLEMAN – Tim Astutik (Auto-Electric Stove for Batik) UNY meraih penghargaan Mandiri Young Techopreneur (MYT) yang digelar di Jakarta (13/1). Pengharagaan MYT adalah program pemberian penghargaan kepada anak muda Indonesia yang memiliki inovasi teknologi tepat guna yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Rizky Hadi Oktiavenny, dari tim Astutik menjelaskan timnya berhasil meraih posisi kedua dalam ajang MYT non-IT. Dalam kegiatan tersebut, tim Astutik menunjukan hasil inovasi berupa kompor listrik bagi para pebatik.”Biasanya pebatik menggunakan kompor minyak tanah yang tidak ramah lingkungan. Dengan adanya inovasi kami, kompor para pebatik kini menggunakan listrik dan ramah lingkungan,” kata Rizky (23/1).Kelebihan inovasi tim Asturik, mampu menghemat penggunaan listrik sebesar 65 persen dan minyak tanah sebesar 95 persen.Rizky menjelaskan, kompor ciptaannya ini memiliki fungsi utama untuk menstabilkan suhu sehingga malam (bahan untuk membatik) yang digunakan tetap mencair. Selain itu daya yang digunakan pun lebih rendah.Anggota tim Astutik lainnya, Nova Suparmanto menjelaskan, karya inovasi Astutik ini sebelumnya telah memperoleh pendanaan, penghargaan dan uang pembinaan dari berbagai lembaga. Termasuk berprestasi di ajang International Youth Green Summit (IYGS) yang digelar UI dan program PKM-Kewirausahaan (PKMK) Dikti Kemendikbud RI, inovasi Iptek Kemenpora dan Tekno Pemuda Kemenristek pada 2013.”Selain itu produk telah terdaftar paten dengan nomor P14.2014.00001 dan merk dagang dengan nama Astutik,” kata Nova.Astutik merupakan jenis produk baru yang masih belum banyak digunakan oleh masyarakat. Sehingga tantangan utamanya adalah dalam proses edukasi masyarakat dan pemasaran.’Tim berharap setelah acara tersebut, uang pembinaan dapat digunakan untuk melancarkan usaha dan memberikan kebermanfaatan bagi perekonomian daerah, meningkatkan kecintaan terhadap batik sebagai budaya Indonesia dengan tetap menjaga lingkungan,” kata Nova.Aris Setyawandan, anggota tim lain menjelaskan penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung Presiden SBY pada pembukaan Pameran Mandiri Expo 2014, di Istora Senayan (15/1).Menurut Aris pihaknya cukup beruntung bisa meraih penghargaan tersebut. Sebab pemenang diperoleh setelah melalui seleksi dari sekitar 800 tim dari seluruh Indonesia, yang kemudian disaring menjadi 10 tim yang terdiri dari IT dan Non-IT untuk penjurian.”Selanjutnya diambil dua pemenang untuk masing-masing kategori,” jelasnya. (bhn/iwa)